Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Jakarta, terangindonesia.id - Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki) pada September akan mengadakan pelatihan jurnalistik kepada kaum milenial dan golongan umur lain yang berminat. Pelatihan Jurnalistik ini kerja sama Perwamki dengan Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) wilayah DKI Jakarta dan Sekolah Tinggi Teologia Lighthouse Equipping Theologia School (STT LETS).

Menurut Kordinator Pelaksana Emanuel Dapa Loka, pelatihan ini bertujuan untuk memperkenalkan kaidah-kaidah jurnalistik kepada siapa saja yang tertarik di bidang kewartawanan, khususnya di media Kristiani.

Diharapkan melalui pelatihan jurnalistik ini juga, peserta mendapat tambahan pengetahuan, terutama bagi mahasiswa dalam menyelesaikan berbagai karya tulis, maupun masyarakat umum untuk berkarya. “Apalagi di era teknologi canggih ini, kita semua dituntut untuk cerdas mengikuti perkembangan zaman, terutama di media sosial yang kerap viral. Nah, jika kita sudah dibekali ilmu jurnalistik, maka kita bisa membedakan mana berita hoax, berita yang tendensius bernuansa SARA, dan lain-lain,” jelas Ketua Umum Perwamki Stevano Margianto.

Menurut rencana, jelas Emanuel, wartawan tempusdei.id ini, pelatihan tersebut akan diadakan secara daring melalui aplikasi Zoom, setiap Selasa malam selama September mulai 19.30 WIB. Ada beberapa nama, yakni Jonro I. Munthe, Agus R. Panjaitan,  Paul Maku Goru, Roy Agusta dan Emanuel Dapa Loka sendiri yang akan menjadi narasumber.

Roy Agusta selaku sekretaris panitia pelaksana, menyampaikan bahwa para peserta yang mengikuti pelatihan secara berkesinambungan selama 5 hari atau total selama 7.5 jam, akan mendapatkan E-Sertifikat. “Untuk paket Dasar Jurnalistik ini kami kenakan kontribusi Rp100 ribu untuk 5 kali pertemuan daring,”  tambah Roy.

Penasihat PERWAMKI Dr. Antonius Natan, Th.M menjelaskan bahwa pelatihan jurnalistik ini sangat penting mengingat profesi jurnalis sekarang ini tidak bisa lagi dianggap sebagai profesi “mainan” yang siapa saja boleh punya kartu pers selama dia kenal seseorang yang bekerja di media. “Citizen Journalism boleh saja berkembang sesuai eranya, tetapi jurnalis kristiani harus tetap mengacu pada prinsip-prinsip jurnalistik secara profesional,” kata Antonius.

Perwamki adalah organisasi wartawan yang mewadahi para wartawan kristiani. Para wartawan yang bergabung dalam organisasi ini mendapat kesempatan untuk saling memperkaya dalam wawasan dan keterampilan jurnalistik. “Kini waktunya kita ikut berbagi. Kalau kita tak punya sembako untuk berbagi, ya kita bagi ilmu dan pengalaman,” pungkas Emanuel Dapa Loka.

Jonro I. Munthe, Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi majalah NARWASTU menyebutkan,  Perwamki hadir sebagai lembaga para jurnalis dan media Kristiani sejak Oktober 2003.  Sejak berdiri, 15 tahun lalu, jelas Jonro lebih lanjut, Perwamki sudah sering mengadakan seminar dan diskusi-diskusi bersama para tokoh kristiani.

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…