Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Jakarta, terangindonesia.id - Visi Indonesia Unggul (VIU) menggandeng Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia (Prodi Ipol Fisipol UKI) untuk menggelar Pendidikan Politik Bagi Warga Gereja secara kelas daring (kelas online).


“Christian School Of Culture, Politics & Economics (CHRISPOL) adalah program edukasi yang berkelanjutan yang diselenggarakan secara kelas online, dan ini adalah terobosan bagus dalam kolaborasi yang indah serta solid antara Visi Indonesia Unggul (VIU) dengan Fisipol UKI," ujar Horas Sinaga Ketua Umum VIU dalam pembukaan kelas online yang diikuti sekitar 256 warga dan pimpinan gereja dari seluruh nusantara.

Seperti telah diketahui sebelumnya VIU adalah organisasi masyarakat yang aktif dalam kegiatan-kegiatan edukasi, motivasi dan inkubasi di tiga bidang utama, yaitu bidang budaya, politik dan ekonomi. VIU dengan CHRISPOLnya pada gelombang sebelumnya telah menyelesaikan program Kelas Pengantar Ilmu Politik Bagi Warga Gereja.

“Selama ini Umat Kristiani seakan alergi kepada dunia pelayanan bidang politik dikarenakan keburukan-keburukan yang terstigma negatif pada dunia politik, bahwa politik itu bisa kotor benar adanya akan tetapi tujuan awal serta maksud politik itu sesungguhnya suci dan mulia karena politik adalah usaha-usaha demi kepentingan masyarakat banyak dan demi kebaikan bagi negeri tempat politik itu dijalankan”, ujar Horas Sinaga inisiator Christian School Of Culture, Politics & Economics (CHRISPOL).

Partisipasi serta peran aktif umat kristiani dalam kehidupan berpolitik di Indonesia di rasa begitu penting dan jelas, akan tetapi saat ini secara nyata warga gereja seakan kurang peduli akan kehidupan berpolitik karena kurangnya edukasi politik yang benar.

“Kalau kita melihat data dan hasil pemilu tahun 2014 dan tahun 2019 jelas suara kristen memiliki pengaruh terhadap kemenangan Pak Jokowi, silakan periksa dengan jelas! Maka kita perlu terus mempertahankan peran sederhana kita juga sebagai warga negara untuk menentukan pilihan yang bertanggung jawab serta cerdas”, kembali Horas menegaskan.

Kegiatan pendidikan politik bagi warga gereja ini ada dalam kerangka upaya kedua lembaga, Visi Indonesia Unggul dan Prodi Ilmu Politik Fisipol UKI, untuk mewujudkan umat Kristiani yang memahami cara kerja ideal sistem politik dan demokrasi sebagai bentuk sistem pemerintahan maupun sistem politik itu sendiri.
"Karena sebagai umat Kristiani, melekat pula dalam dirinya sebagai warga negara yang memiliki tugas dan peran mewujudkan demokrasi di Indonesia," ujar FX. Gian Tue Mali selaku Ketua Program Studi Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia pada kelas pertama, Senin (21/9/2020) malam.

Pertemuan kelas pertama dengan topik “Partai Politik Sebagai Necessary Devil Dalam Demokrasi”, dibawakan oleh FX. Gian Tue Mali selaku Ketua Program Studi Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia.

Dalam pemaparannya, ia mampu memberikan pemahaman yang mendalam tentang sejarah partai politik, fungsi dan perannya, serta permasalahan utama partai politik yang mengancam kemunduran implementasi demokrasi di Indonesia secara khusus maupun di berbagai negara demokrasi.

Tidak lupa disampaikan tentang peran penting warga negara, khususnya umat gereja untuk berpartisipasi aktif dalam sistem politik bagi dalam melahirkan pemimpin politik yang memahami etika politik dan prinsip demokrasi, maupun aktif dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah dengan memberikan input melalui partai politik.

Ditekankan pula tentang reformasi dalam tubuh partai politik hanya mampu dilakukan jika masyarakat aktif, dan paham betul tujuan dan etika politik demokrasi. Sehingga masyarakat yang berprestasi yang menjadi anggota partai politik mampu melakukan perubahan dari dalam tubuh partai politik menuju demokrasi yang ideal.

“Sungguh luar biasa pertemuan kelas online perdana malam ini, walau di luar hujan besar tapi antusiasme warga dan pimpinan gereja luar biasa. Kelas yang dijadwalkan 2 jam menjadi 3 jam dan para peserta tetap semangat serta aktif bertahan sekitar 3 jam 250an orang warga gereja, ini adalah gerakan awal yang bagus," ujar Angel Damayanti, Ph,D Dekan Fisipol UKI saat mengikuti sesi diskusi.

Angel berharap kegiatan ini mampu memberikan pemahaman akan demokrasi yang utuh bagi warga gereja, umat Kristiani, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan demokrasi di Indonesia.

Pertemuan kelas kedua kegiatan pendidikan ini akan dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2020 mendatang dengan topik “Kelompok Kepentingan, Aktor Lain dalam Demokrasi” yang akan dibawakan langsung oleh Horas Sinaga Ketua Umum Visi Indonesia Unggul.

Selanjutnya akan ada tema lain tentang Sistem Politik Indonesia, Partisipasi Politik Warga & Pelayan Gereja, Politik Hospitalitas, Quo Vadis Suara Kristiani dalam Pemilu, dan Ekonomi Politik. Kegiatan ini akan berlangsung hingga pertemuan ke-7 yang akan dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2020, bertepatan dengan sebelum dilaksanakan pemilukada di Indonesia.

“VIU dan Fisipol UKI melalui kegiatan Christian School Of Culture, Politics & Economics berharap umat Kristiani kemudian mampu berpartisipasi aktif penuh di daerah mereka bagi yang akan melaksanakan pemilukada. Sehingga ilmu yang didapat dapat langsung diimplementasikan," pungkas Horas Sinaga Ketum VIU.

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…