Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Hari ke 89 pasca Munas XII


"Tidak ada seorangpun gembala jemaat, saat muncul Covid19 berkata saya dapat melenyapkannya seketika, selain mengajak warga jemaat agar berlindung pada firmanNya, imannya tetap kokoh dan ikuti protokol kesehatan"

"Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka." Amsal 22:3

Sama sekali tidak ada maksud mengecilkan gembala jemaat dan perannya yang selama ini luar biasa dipakai Tuhan Yesus dan selalu melayani dengan kasih dan kuasa Kristus! Jika Tuhan ingin pakai seorang pelayan Tuhan menghentikan C19, pasti segera berhenti!. Ini soal, di saat pandemi C19 perlunya seseorang menjadi bijak.

Disamping vaksin C19 belum ditemukan, beberapa negara telah menghentikan lockdown atau memasuki new normal, namun angka korban masih belum melandai, dan gereja pun tak luput dari paparan C19. Ini juga bukan soal takut atau tidak percaya kuasa Kristus melindungi atau mengatakan gembala jemaat tidak disertai kuasa Allah.

C19 masih menjadi misteri global, apakah itu hukuman dari Tuhan?, ulah manusia? atau virus yang bermutasi? Maka langkah bijaknya adalah, ketika malapetaka C19 menyebar, di rumah saja dan beribadah dari rumah jauh lebih bijak, dan ikuti protokol kesehatan dengan penuh disiplin. Salam Injili



Ronny Mandang

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…