Thursday, 17 June 2021
Share To:
feature-top

Persepuluhan merupakan bagian dari dogmatika umat Kristen, khususnya sejak munculnya Kristen kharismatik (yang bercirikan pada karunia Roh atau gerakkan roh). Aliran ini lahir sebenarnya sudah ada sejak zaman reformasi yang di kenal dengan Anabaptis, bahkan mereka sudah ada sejak gereja mula-mula yang di kenal dengan nama Montanisme, yang kemudian dikenal sebagai gerakan Pantekosta Baru. Namun aliran ini baru mendapatkan perkembangannya sejak abad ke 19 yang disebut sebagai gerakan zaman baru atau gerakan gelombang ketiga.

Lahirnya gerakkan ini merupakan gelombang reformasi yang terus berkembang sampai dasawarsa saat ini, gerakan ini melahirkan pemikiran dekonstruksi atas pemikiran teologia yang mapan dari persoalan keselamatan, baptisan sampai juga menyentuh pemikiran perpuluhan. Namun sejak kapan persepuluhan diterima sebagai doktrin dan bagian dari theologia dogmatic, penulis berkeyakinan seiring dengan lahirnya gerakan pantekosta yang menekankan pada Bahasa Roh dan Karunia-Karunia yaitu awal abad ke 20.

Menurut seorang penulis buku sejarah gereja, Dr.H. Berkhof dan Dr. I.H. Enklaar, menulis bahwa persepuluhan baru muncul di Korea Selatan, ketika memasuki abad ke 20, yaitu sekitar tahun 1930. Sejak saat itu hingga kini banyak gereja mempraktekkan persepuluhan.

Tulisan ini melihat perspektif yang berbeda dalam kajian mengenai persepuluhan. Selama ini persepuluhan merupakan bagian dari berkat yang harus dikembalikan kepada gereja  (rumah ibadah) yang penekannya selama ini pada pemikiran yang bersumber pada kitab Maleakhi

Dalam maleakhi 3 : 10 – 12 berbunyi sebagai berikut :
“Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan dirumah ku dan ujilah aku, firman Tuhan semesta Alam, apakah aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman Tuhan semesta alam."

Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan , Firman Tuhan semesta alam.

Salah satu yang dikembangkan dalam pemikiran kontemporer dan alasan theologia bahwa kita harus memberikan perpuluhan menggunakan ayat ini. Dimana dalam ayat ini  memberikan pengertian bahwa :
1. Persembahan persepuluhan merupakan satu kewajiban (ayat 8)
2. Persembahan persepuluhan identik dengan penderitaan artinya jika tidak dilakukan maka kutuk mengikuti.(ayat 9)
3. Persembahan perpuluhan pintu menuju berkat (ayat 10–12)
Pemikiran theologia ini banyak berkembang bahkan banyak sekali mengkaitkan kemiskinan dengan ketidaktaatan kita memberikan persepuluhan.

Gereja-gereja banyak mengajarkan persepuluhan yang identik dengan pintu berkat dan kemakmuran bahkan dengan hukum permintaan dan penawaran, semakin banyak memberi semakin banyak diberkati, maka tidak heran tanpa kita sadari kita telah mengecilkan makna kematian Kristus di kayu salib termasuk juga kematian Yesus di kayu salib untuk menhapuskan kutuk sehingga kutuk tidak lagi berkuasa atas kita.

Penulis mencoba melalui tulisan ini untuk mencari tahu akar dan motif awal dari perintah Tuhan memberikan persepuluhan dan tentu bisa kita cari dari kitab Taurat (Perjanjian Lama) sebab bagaimanapun kitab Taurat merupakan akar historis bahkan akar filosofis lahirnya dogma persepuluhan yang sekarang hampir semua gereja terima menjadi satu kebeneran firman Tuhan baik aliran Lutheran, Calvinis dan tentu aliran kharismatik dan pantekosta.

Akar Historis Pemikiran Persepuluhan

Persepuluhan bukan perpuluhan, perpuluhan (dari kata puluh) sedangkan persepuluhan (dari kata sepuluh) dan dalam Bahasa ibrani artinya berbeda , persepuluhan , MA’ASER/MA’ASAR dan berasal dari kata ‘ASAR ‘ , ‘ SEPULUH ‘.

Asal mula persepuluhan pertama kali di gambarkan saat perjumpaan Abraham dan Melkisedek, Melkisedek adalah raja Salem yang juga seorang imam. Dimana diceritakan Melkisedek memberkati Abram dan Abram menyerahkan Persepuluhan (Kejadian 14 : 17-24).

Kejadian 14 : 17-24 ;
(17). setelah Abram kembali dari mengalahkan Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia, maka keluarlah raja Sodom menyongsong dia ke lembah Syawe, yakni lembah Raja.
(18), Melkisedek, Raja Salem, membawa roti dan anggur ; ia seorang imam Allah yang maha Tinggi.
(19). Lalu ia memberkati Abram, katanya ; “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Maha Tinggi, pencipta Langit dan bumi dan terpujilah Allah yang Maha tinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ketanganmu.” Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
(21). Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram, “Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu."
(22). Tetapi Abram kepada raja negeri Sodom itu : “Aku bersumpah demi Tuhan, Allah yang Mahatinggi, pencipta langit dan bumi.
(23). Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasut pun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata : aku telah membuat Abram menjadi kaya.
(24). Kalau aku, jangan sekali-kali hanya apa yang telah di makan oleh bujang-bujang yang pergi bersama-sama dengan aku, yakni Aner, Eskol dan Mamre, biarlah mereka itu mengambil bagiannya masing-masing.

Dari penjelasan kisah ini maka kita bisa menarik satu gambaran ketika Abram menyerahkan persepuluhan kepada Melkisedek, yang merupakan imam dan raja dimana imam disini bukan imam Lewi sebab keturunan Israel belum ada , dan menurut cerita diatas merupakan harta kekayaan yang diperoleh dari rampasan perang bukan harta kekayaan yang di kumpulkan oleh Abram.

Sebelum peristiwa ini tidak ada penjelasan tentang kisah lainnya terkait persepuluhan, maupun satu perintah khusus untuk melaksanakan persepuluhan. Penulis melihat upaya yang di lakukan Abram merupakan satu kebiasaan atau kelaziman yang di lakukan dalam kepercayaan kuno mengingat Melkisedek dari raja salem dan raja Sodom yang merupakan dua wilayah dari dua kekaisaran.

Yang kedua adalah kisah Yakub yang di gambarkan dalam Kejadian 28 : 18-22 :
(18). Keesokkan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak keatasnya.
(19). Ia menamai tempat itu Betel ; dahulu nama kota itu Lus.
(20). Lalu bernazarlah Yakub:’ jika Allah akan menyertai dan akan melindungin aku di jalan yang ku tempuh ini , memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai.
(21). Sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka Tuhan akan menjadi Allahku.
(22). Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-mu.

Baru dalam kisah ini Yakub membuat satu komitmen kepada Allah tentang persembahan persepuluhan dimana persepuluhan yang akan diberikan oleh Yakub merupakan pengembalian dari apa yang di dapat dari Tuhan.

Kedua kisah diatas merupakan temuan tentang persepuluhan berdasarkan kitab kejadian yang mengambarkan kisah kisah tertua dari generasi penyembah Tuhan.


Persepuluhan dalam Kitab Taurat Perjanjian lama

Persepuluhan banyak di temukan dalam kitab Perjanjian Lama atau kitab Taurat.
Persepuluhan dalam kitab Imamat 27:30 ;
“Demikian juga segala persembahan persepuluhan dari tanah, baik dari hasil benih di tanah maupun dari buah pohon-pohonan, adalah milik Tuhan; itulah persembahan kudus bagi Tuhan." Persepuluhan dalam kitab imamat ini memberikan pengertian bahwa persembahan itu kudus dan milik Tuhan

Persepuluhan  dalam kitab bilangan 18 : 26 ;
“Lagi haruslah engkau berbicara kepada orang Lewi dan berkata kepada mereka; apabila kamu menerima dari pihak Israel persembahan persepuluhan yang kuberikan kepadamu dari pihak mereka sebagai milik pusakamu, maka haruslah kamu mempersembahkan sebagian padanya sebagai persembahan khusus kepada Tuhan, yakni persembahan persepuluhan dari persembahan persepuluhan.

Dalam Bilangan 18;26 ini bagaimana orang Israel memberikan persembahan persepuluhan kepada suku Lewi karena persembahan persepuluhannya sebagai milik pusaka. Namun suku Lewi juga harus memberikan persembahan khusus persepuluhan dari persembahan persepuluhan.

Yang kemudian menjadi pertanyaan kenapa suku Lewi menerima persepuluhan sebagai milik pusakanya ?
Dijelaskan dalam ayat 21 : “Mengenai bani Lewi , sesunguhnya Aku berikan kepada mereka segala persembahan persepuluhan diantara orang Israel sebagai milik pusakanya, untuk membalas pekerjaan yang di lakukan mereka, pekerjaan pada kemah pertemuan."

Jadi persepuluhan diberikan kepada bani Lewi sebagai bentuk balas (upah) yang dilakukan bani Lewi dalam menyelesaikan pekerjaan pada kemah pertemuan.

Selanjutnya dalam ayat 22 : “Maka janganlah lagi orang Israel mendekat kepada kemah pertemuan sehingga mereka mendatangkan dosa kepada dirinya lalu mati."

Dalam ayat 23 : “Tetapi orang Lewi, merekalah yang harus melakukan pekerjaan pada kemah pertemuan dan mereka harus menanggung akibat kesalahan mereka, itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun temurun. Mereka tidak akan mendapatkan milik pusaka di tengah-tengah orang Israel."

Suku Lewi tidak mendapatkan milik pusaka di tengah-tengah bangsa Israel sebab suku Lewi ditetapkan untuk mengurus kemah pertemuan dan bertanggungjawab atas kemah pertemuan tersebut dan hanya suku Lewi yang dapat mendekat kepada kemah pertemuan.


Persepuluhan dalam kitab Ulangan 14 : 22-29.
Dalam kitab ulangan 22 ; persembahan persepuluhan dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun.

Persepuluhan di berikan dalam tahun, bukan bulan.

Ayat 23 : Persepuluhan di maksud supaya belajar untuk selalu takut akan Tuhan.
Ayat 24-26 : Perihal tempat dan persepuluhan digantikan oleh uang dengan maksud agar melalui uang dapat mempermudah melaksanakan persepuluhan dan dengan uang dapat membeli apa yang di sukai oleh hati kita dan ada kegembiraan dalam tujuannya.
Ayat 27 : Harus inget suku Lewi sebab dia tidak mempunyai milik pusakanya.
Ayat 28-29 : Pada akhir tiga tahun harus juga di keluarkan uang persepuluhan dan diberikan kepada suku Lewi, orang asing, anak yatim dan janda yang didalam tempat dan mereka makan dan menjadi kenyang.

Dalam kitab Ulangan bahwa persepuluhan diberikan setiap tahun dan akhir tiga tahun dan untuk tidak melupakan suku Lewi dimana ditetapkan bahwa suku Lewi tidak mempunyai milik pusaka dan penekanan pada akhir tiga tahun persepuluhan juga di berikan kepada orang asing, yatim piatu dan janda ini bicara soal keadilan sosial dan persepuluhan dimaksud untuk keadilan sosial.

Persepuluhan dalam kitab  2 Tawarikh 31:5 -6 ;
“Segera setelah perintah ini tersiar, orang Israel membawa dalam jumlah besar hasil pertama daripada gandum, anggur, minyak, madu, dan segala macam hasil bumi. Mereka membawa juga persembahan persepuluhan dari segala sesuatu dalam jumlah besar.
Dan ayat 6 : “Orang Israel dan orang Yehuda yang tinggak di kota-kota Yehuda juga membawa persembahan persepuluhan yang terdiri dari lembu sapi, dan kambing domba, dan persembahan persepuluhan yang terdiri dari persembahan kudus yang telah di kuduskan bagi Tuhan Allah mereka. Semuanya itu di letakkan mereka bertimbun-timbun." Persepuluhan sebagai persembahan yang didalamnya ada persembahan kudus.

Persepuluhan dalam kitab Perjanjian Baru

Dalam perjanjian baru tidak di temukan satupun kalimat perintah langsung dan khusus untuk membawa persepuluhan. Selama pelayanannya Yesus tidak membicarakan secara khusus mengenai persepuluhan ini.

Dalam Matius 23:23 dan Lukas 11 : 37-54, Yesus berbicara mengenai persepuluhan, tetapi dalam komteks percakapannya mengenai kecaman atau kritik terhadap orang-orang Yahudi dan tokoh-tokoh agama mengenai persepuluhan mereka.

Matius 23:23 :
“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum taurat kamu abaikan, yaitu keadilan dan belaskasih dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan."

Dalam ayat ini Yesus mengkritik pola keagamaan dari orang-orang Yahudi dan tokoh-tokoh Yahudi yang menekankan pada persepuluhan semata namun melupakan hal-hal yang terkait soal keadilan, belaskasih dan kesetiaan. Dimana tiga nilai ini merupakan bagian dari tujuan adanya persepuluhan menurut kitab Ulangan diatas.

Selanjutnya dalam Lukas 11 : 37 – 54 :
Dalam ayat 42 : “ tetapi celakalah kamu , hai orang farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran , tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus di lakukan dan yang lain jangan di abaikan.

Penekanan yesus kepada keadilan dan kasih Allah sebab ada yg harus di lakukan dan yang lain jangan di abaikan artinya bhw semua perbuatan harus di lakukan dan jikalau di lakukan itu dalam perspektif keadilan dan Kasih Allah.

Mengenai persembahan dalam pelayanan Yesus justru sangat terlihat jelas ketika Yesus memuji janda miskin yang di kisahkan dalam Lukas 21 : 1-4 dan Markus 12 : 41-44. Yesus menunjukkan kepada murid–muridnya apa yang dilakukan janda miskin dalam kisah ini jelas sekali apa yang disampaikan Yesus mengenai kisah janda miskin.

Dalam pelayanan para rasul-rasulpun tidak ada yang sedemikian detail atau khusus mengenai perintah persepuluhan.
Dalam Kisah Para Rasul 2 : 44-45 :
“Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluannya masing-masing."
Melihat ayat ini maka ini merupakan gambaran dari gaya hidup jemaat mula mula yang hidup secara komunal dan berusaha memenuhi masing-masing kebutuhannya dalam perspektif keadilan distributive.

Demikian juga dalam kitab Korintus, penekanan persembahan di kaitkan dengan kerelaan hati atau keiklasan memberi bukan jumlah atau prosentasinya ( 2 Korintus 9;7 ).

Dalam Korintus 8 : 1-15 satu kesaksian yang menjelaskan satu keteladanan jemaat Korintus dalam hal melakukan persembahan, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampuai kemampuan mereka (ayat 3), jelas sekali dalam hal pemberian ini adalah kemampuan bahkan melampaui kemampuan mereka. Selanjutnya ditekankan soal kerelaan. Semua yang dilakukan harus berdasarkan satu kerelaan.

Kesimpulan

Uraian singkat diatas sekiranya bisa memberikan satu rangkaian kesimpulan yang bisa kita sistematikan menjadi :

1. Persepuluhan merupakan bagian kultur yang berlangsung sebelum lahirnya bangsa Israel dan dilakukan sejak jaman Abram dan Yakub.
2. Persepuluhan merupakan satu perintah Taurat yang diberikan oleh Tuhan kepada bangsa Israel. Dan ada dua jenis persepuluhan, yaitu persepuluhan pertama, diberikan kepada bani Lewi sebab persepuluhan merupakan milik pusakanya dan yang kedua digunakan oleh bangsa Israel sebagai charity.
3. Suku Lewi menerima persepuluhan karena di berikan sebagai upah artinya suku Lewi yang menjadi imam atas pemeliharaan dan tata ibadat dalam kemah pertemuan dan sebagai milik pusaka sebab persepuluhan merupakan milik pusaka yang di tetapkan Tuhan.
4. Persepuluhan ada sebagai perintah supaya ada keadilan di tengah tengah suku Israel.
5. Tidak ada spesifik perintah atas persepuluhan sejak jaman Yesus dan sesudahnya namun penekanan persembahan kepada keiklasan

Lima kesimpulan sementara yang bisa merangkum terkait persepuluhan baik saat jaman Taurat dan jaman Perjanjian Baru.

Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah relevankan memberi persepuluhan di era kini ?
Untuk menjawab pertanyaan ini maka penulis akan menjawab dengan dua perspektif :
1. Perspektif imam
Apakah imam Lewi masih ada dan relevan ? Jika mengacu kepada keturunan maka imam Lewi masih ada dalam agama Yahudi namun bagaimana dengan kekristenan ? Dalam panggilan maka ada yang di panggil menjadi Gembala (seperti imam Lewi) dan dia mengkhususkan hidupnya dalam kemah pertemuan maka masuk kategori imam Lewi dimana dia tidak bekerja dan memusatkan seluruh hidupnya dalam kemah pertemuan. Untuk kategori ini menurut penulis maka menjadi relevan jika persepuluhan diberikan.
2. Perspektif keadilan
Dalam perspektif keadilan maka persepuluhan diberikan untuk membantu jemaat yang miskin, jemaat yang yatim paitu serta janda-janda sehingga essensi keadilan dan supaya tidak ada kemiskinan dalam tengah-tengah jemaat Tuhan menjadi relevan memberikan persepuluhan.

Namun masih banyak penyalahgunaan persepuluhan dan menganggap hak preogratif Gembala (Imam) untuk digunakan bahkan melampuai standar hidup mewah (berkelebihan), maka penulis mengingatkan pesan Yesus atas kritik terhadap mereka yang memberikan persepuluhan dan yang menerimanya dalam Matius 23:23 : “Celakalah kamu, hai ahli-ahli taurat dan orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum taurat kamu abaikan, yaitu keadilan dan belaskasih dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan."

Karena tidak ada pesan khusus terkait persepuluhan maka persepuluhan bukan merupakan satu kewajiban yg harus di lakukan oleh org kristen namun untuk menjamin agar para gembala dan pemimpin gereja melaksanakan amanah agung maka persepuluhan bisa menjadi satu bentuk pemberian ummat agar pelaksanaan pelayanan dan pekabaran injil terlaksana.

Persepuluhan bukan pemberian manusia kepada Allah sebab Allah sejatinya bukan Tuhan yg meminta melainkan itu di gunakan agar misi Tuhan melalui kita bisa di laksanakan. Sekalipun suku Lewi tidak otentik dengan gembala full timer namun persepuluhan bukan milik pribadi daripada mereka dan dikelola secara transparan, akuntable serta proporsional sehingga tidak berorientasi pada kemewahan hidup

Persepuluhan diberikan dalam rangka keadilan sosial tercapai di rumah ibadat agar melalui itu jemaat, pemimpin dan semua yang ambil bagian ikut merasakan bersama sama dalam kesejahteraan dalam konteks inilah persepuluhan bisa diwajibkan sebagai bentuk konsensus kehidupan di jaman gereja sekarang, karena itu mekanisme dan metodenya harus benar-benar sesuai dengan tujuan dan implementatifnya seiring dan sejalan dengan perintah Tuhan.



Taufan Hunneman

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…