Friday, 18 June 2021
Share To:
feature-top

Dr. Gary Chapman melalui buku 5 (Five) Love Language, mengungkapkan teori mengenai bahasa kasih manusia. Bahasa kasih ini maksudnya adalah setiap orang akan merasa dikasihi ketika diperlakukan dengan cara tertentu oleh orang lain, terutama orang yang dikasihinya. Sebaliknya jika bahasa kasih ini tidak dipenuhi oleh orang yang dikasihinya, ia akan merasa diabaikan. Bahasa kasih dibagi menjadi 5 jenis, yaitu pelayanan, hadiah, sentuhan, kata-kata dukungan, dan waktu yang berkualitas.

Ketika orang memiliki bahasa kasih pelayanan, mereka sangat suka dilayani. Misalkan saja diambilkan air minum atau dibukakan pintu.

Ketika orang memiliki bahasa kasih hadiah, tentu mereka sangat suka mendapatkan hadiah. Gantungan kunci dari luar negeri yang biasanya dianggap lalu oleh orang, bisa disimpan sebagai kenangan indah.

Ketika orang memiliki bahasa kasih sentuhan, mereka suka untuk disentuh. Hanya dengan jabat tangan, ditepuk pundaknya untuk memberi semangat, atau tos ketika berhasil akan membuat orang itu sangat dikasihi.

Ada orang yang memiliki bahasa kasih kata-kata. Mereka sangat suka dipuji ketika berhasil melakukan sesuatu dan kata-kata membangkitkan ketika sedang terpuruk.

Mereka akan sangat sedih ketika orang mengucapkan kata-kata intimidasi dan kasar kepadanya.

Terakhir, orang yang memiliki bahasa kasih waktu yang berkualitas, mereka akan merasa dikasihi ketika mereka bisa menghabiskan waktu bersama dengan orang yang dikasihinya.


Bagaimana dengan anak-anak yang di bawah usia 12 tahun?

Banyak orang memahami secara garis besar sepakat bahwa anak-anak memiliki bahasa kasih hadiah.

Dengan hadiah sekedar permen, mereka bisa berhenti menangis. Dengan hadiah boneka atau mobil-mobilan, mereka bisa sumringah dan tersenyum lebar.

Kebanyakan orang sepakat dengan hadiah, mereka dapat membuat anak menjadi lebih bahagia. Apakah benar demikian? Mungkin iya, namun kurang tepat jika kita memberikan kesimpulan demikian.

Bahasa kasih anak-anak hanyalah satu, yang dieja oleh anak adalah W-A-K-T-U. Setiap anak di dunia ini sangat bahagia menghabiskan waktu bersama dengan orang yang dikasihinya.

Meskipun belum bisa mengekspresikan, bukan berarti mereka tidak membutuhkan. Anak-anak sudah bisa merasakan apakah mereka dikasihi atau dibenci, namun mereka masih terlalu kecil untuk dapat menunjukkan ekspresi sesungguhnya.


Ketika orang tua memberikan hadiah, mungkin dia fokus kepada hadiahnya untuk sementara waktu, namun beberapa saat kemudian, dia akan melupakan hadiahnya dan kemudian mencari orang tuanya lagi untuk meminta makanan, minuman, atau hal lainnya. Hadiah hanya sebagai sarana dari menghabiskan waktu yang berkualitas. Nyatanya inilah yang harus dilakukan oleh orang tua kepada anak, yaitu menghabiskan waktu yang berkualitas kepada anak.

Di dalam waktu yang berkualitas ini, Anda bisa memberikan hadiah kepada anak Anda dan bermain bersama-sama. Di dalam waktu yang berkualitas, Anda bisa menyentuhnya dengan memeluknya, menciumnya, merangkulnya, menggendongnya, atau sentuhan lainnya dengan batas wajar sesuai umur dan jenis kelaminnya.

Di dalam waktu yang berkualitas, Anda dapat memberikan kata-kata dukungan yang membuat ia semangat dan tertawa. Di dalam waktu yang berkualitas, Anda bisa melayaninya dengan menyuapi dia makan.

Jika sudah lebih besar, Anda bisa mengambilkan makanan ke piringnya ketika di makan bersama, mengantarnya pergi bermain bersama temannya.

Ketika mereka masih kecil, mereka hanya memiliki satu bahasa kasih, yaitu waktu berkualitas yang di dalamnya juga harus memenuhi semua aspek bahasa kasih lainnya.

Jadi ketika Anda melakukan 1 bahasa kasih yang terpenting ini, bahasa kasih lainnya juga dapat terpenuhi di dalam waktu yang berkualitas.

Ketika mereka sudah besar, barulah terbentuk satu atau dua bahasa kasih yang lebih jelas, sehingga Anda dapat memenuhi bahasa kasih tersebut sesuai dengan kebutuhan anak Anda.

Bahasa kasih ini bukan menjadi ruang untuk memanjakan, tetapi mereka memang membutuhkan bahasa kasih tersebut.

Dengan takaran yang pas tanpa ada motivasi yang salah, Anda akan memenuhi tangki kasih yang kosong di dalam hati anak.

Tidak pernah salah ketika anak meminta kasih kepada orang tuanya, karena jika tidak demikian, mereka akan mencari kasih kepada benda atau orang lain yang mana berarti Anda dengan sengaja menjerumuskan anak Anda kepada kerusakan dunia.

Seorang anak memang berhak mendapatkan kasih yang sejati dari orang tuanya.

Tidak muluk-muluk, hanya menghabiskan waktu yang berkualitas bersama anak dan mereka akan merasa dikasihi.

Lalu pertanyaan selanjutnya di dalam benak Anda adalah bagaimana cara memulainya?

Apa langkah-langkah riil yang harus dilakukan bersama anak dalam menghabiskan waktu yang berkualitas? Tunggu artikel selanjutnya.


Penulis
Ezra Natan, S.E., CBC.
Wakil Direktur TMC Indonesia
www.tmcindonesia.org

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…