Friday, 18 June 2021
Share To:
feature-top

Reinkarnasi Yesus, Klaim Yang Menyebabkan Pemimpin Sekte Agama Rusia Ditangkap Atas Tuduhan Kekerasan & Tindakan Pemerasan Terhadap Pengikutnya


Diyakini oleh pengikutnya sebagai reinkarnasi Kristus, pemimpin sebuah sekte agama terkemuka di Rusia ditangkap di wilayah terpencil di Siberia oleh pasukan keamanan, kata polisi Rusia.

Sergei Torop, yang dikenal oleh para pengikutnya sebagai Vissarion, mendirikan Church of the Last Testament (Gereja Perjanjian Terakhir) di wilayah Krasnoyarsk, Siberia pada tahun 1991. Dia ditangkap bersama dengan dua pemimpin lainnya.

Mereka dituduh memeras pengikutnya agar menyerahkan uang serta membahayakan fisik dan psikologis pengikutnya.

Torop, Vadim Redkin dan Vladimir Vedernikov dicurigai "mendirikan asosiasi agama yang kegiatannya melibatkan kekerasan terhadap individu-individu dan menyebabkan luka tubuh yang mendalam bagi dua orang atau lebih," kata juru bicara Komite Investigasi Rusia.

"Mereka menggunakan uang [pengikut mereka] dan juga menggunakan kekerasan psikologis terhadap mereka," katanya seperti dikutip oleh media pemerintah.

Torop, seorang mantan polisi lalu lintas berusia 59 tahun, dilaporkan telah menarik ribuan pengikut sejak mendirikan kelompok agama itu tak lama setelah pecahnya Uni Soviet. Beberapa dikatakan percaya bahwa dia adalah reinkarnasi Kristus.

Dia ditahan oleh pasukan keamanan setelah operasi khusus pada hari Selasa, dan seperti yang ditampilkan dalam sebuah video di TV Rusia, serorang pria dengan seragam kamuflase memimpin dua pria ke dalam sebuah helikopter.

Seorang penduduk setempat menulis di Facebook bahwa empat helikopter dan puluhan pria yang mengenakan penutup wajah tiba di daerah tersebut sebelum mereka mulai menggeledah rumah dan bangunan di sekitaran lokasi itu.

Para pengikut Gereja Perjanjian Terakhir mendirikan sebuah pemukiman, yang dikenal sebagai Kota Matahari, di wilayah Kuraga di Siberia pada tahun 1995. Beberapa ratus anggota tinggal di pemukiman-pemukiman lain di wilayah tersebut.

Pada tahun 2000, kementerian kehakiman Rusia mengatakan sekte tersebut telah mengumpulkan 10.000 pengikut di seluruh dunia.

Para pengikut sekte itu tidak boleh merokok, minum atau menukar uang, dan harus hidup dengan kebutuhan-kebutuhan dasar. Orang-orang yang percaya pada ajaran Torop juga tidak boleh mengonsumsi daging, kopi, teh, gula, roti ragi dan produk gandum, BBC Rusia melaporkan.

Kelompok itu menggabungkan unsur-unsur Gereja Ortodoks Rusia dengan tema reinkarnasi, serta persiapan untuk kiamat yang akan datang, menurut laporan majalah New Yorker.

BBC News Indonesia

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…