Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Jakarta, terangindonesia.id – Pihak Rumah Sakit St Carolus di Salemba Raya, Jakarta Pusat, diduga menutupi informasi mengenai adanya 4 orang suspect virus corona yang sudah hampir satu minggu menjalani perawatan. Selain itu, satu orang pasien suspect virus corona di RS St Carolus itu diketahui sudah menghembuskan nafas terakhir.

Salah seorang pekerja RS Carolus yang ditemui wartawan di Kompleks RS Carolus, Salemba, Jakarta Pusat enggan menyampaikan kondisi sebenarnya para pasien yang kena suspect virus corona itu. Sebab, menurut pria yang tidak bersedia disebutkan namanya ini, pihak manajemen RS Carolus diperintahkan oleh Direksi dan Pemerintah agar tidak membuka informasi terkait kondisi dan keberadaan sebenarnya dari para pasien suspect virus corona tersebut. “Tadinya empat orang. Satu sudah meninggal di IGD. Dua lagi masih dirawat di ruangan perawatan, dan satu lagi dirujuk ke RSPI,” ujarnya.

Dia mengaku was-was jika berhadapan dengan virus corona itu. “Pasien yang dirujuk ke RSPI itu sebenarnya adalah dokter yang tadinya menangani pasien suspect virus corona di RS Carolus,” ucapnya lagi.

Meski begitu, dia berharap, wabah mematikan itu segera berlalu. “Sebenarnya, kami tidak boleh memberitahukan kondisi mereka ke publik. Itu perintah,” tutur pria yang mengurusi administrasi pasien itu.

Kepala Piket Keperawatan Rumah Sakit Carolus Uli Sebayang melarang pemberian informasi, jika belum resmi oleh Pihak Humas RS Carolus.

Hal itu ditegaskan Uli Sebayang, ketika didatangi wartawan di lobi RS Carolus, Kamis sore (05/03/2020). “Kami tidak boleh memberi informasi dan membicarakan itu. Hanya Humas yang diijinkan untuk memberikan penjelasan. Semua informasi harus melalui Humas. Tunggu saja dari Humas,” ujar Uli Sebayang.

Selain tak berkenan memberikan informasi, pihak RS Carolus juga melarang awak media mengambil gambar Rumah Sakit. Sebagaimana diberitakan, Staf Humas Rumah Sakit St Carolus, Jakarta Pusat, Maulina mengungkapkan, pasien suspect virus corona sempat datang pada 28 Februari 2020 lalu.

Namun, kini pasien tersebut telah dirujuk ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, pada Senin (2/3/2020). Maulina mengatakan, pihaknya telah melakukan serangkaian pemeriksaan fisik sebelum dirujuk. Pasien tersebut awalnya mengalami gejala berupa demam selama tujuh hari, disertai pusing dan mual.

Menurutnya, pasien tersebut tak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri dalam waktu terakhir. “Dia memang ada demam tujuh hari, ada pusing dan mual. Pasien tidak ada riwayat bepergian ke luar negeri. Kemudian pada awal perawatan pasien tidak memiliki gejala batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas maupun gangguan pernapasan lainnya,” jelas Maulina.

Dia melanjutkan, pada hari perawatan ke empat kemudian pasien terasa sesak sehingga dirontgen. “Hasil rontgennya ada itu (virus corona) sehingga beliau masuk di kriteria pasien dalam pengawasan,” ucap Maulina.

Juru bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto membenarkan ada satu pasien suspect virus corona yang sempat menjalani perawatan di RS Carolus, Jakarta. Namun, pasien tersebut sudah dipindah dan saat ini tengah menjalani perawatan di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara.

 “Yang kedua terkait dengan Carolus, sekarang ada di Sulianti Saroso dan kita observasi,” kata Yuri saat menggelar konferensi pers di KSP, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2020). Sesditjen P2P Kementerian Kesehatan itu menjelaskan alasan pasien tersebut menjadi suspect corona. “Kita sebut suspect karena dia memiliki riwayat close contact dengan kasus 1,” kata Yuri.

Yuri mengungkapkan pasien tersebut dipindah beberapa hari yang lalu. Saat ini, pihak rumah sakit masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui apakah pasien tersebut terinfeksi COVID-19 atau tidak. “Kita menunggu hasil labnya. Kita sebut suspect,” ujar Yuri.

Sementara itu, Taufik, seorang pedagang warung nasi dan kopi di deretan RS Carolus, mengaku sering menjadi tempat nongkrong, makan siang dan mengopi, sejumlah pekerja RS Carolus. Dan juga keluarga pasien. Mengetahui adanya serangan virus corona, Taufik yang akrab disapa Babeh  itu mengaku sangat cemas. “Saya jadi sangat was-was dan cemas. Bagaimana ini?” ujar pria yang memiliki 4 orang anak buah bekerja di warungnya ini. [Jon, chronosdaily]

 

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…