Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Bandung, terangindonesia.id - Ketua Bidang Pemuda Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) DKI Jakarta Tigor Mulo Horas Sinaga, bersama dengan Herry Alleng, Jelani Christo dan Immanuel de Fretes selaku pengurus yang diutus PGLII Wilayah Jakarta mengapresiasi giat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP-RI) yang mendorong habituasi Pancasila dalam merawat keberagaman melalui program pendidikan dan pelatihan pembinaan ideologi Pancasila bagi 36 organisasi keagamaan dan kepemudaan tingkat nasional di Grand Aquila Bandung, 28 November - 1 Desember 2019.

Horas menilai ikhtiar pembumian nilai-nilai Pancasila merupakan langkah prioritas yang perlu Pemerintah lakukan karena ancaman intoleransi yang meningkat. "Pembumian nilai-nilai Pancasila sebagai dasar filsafat negara adalah untuk melatih masyarakat mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan berbangsa. Serta untuk mencegah terjadinya konflik antar suku, agama, dan daerah," ujar Horas, Jakarta (2/12/2019)

Pemahaman nilai-nilai Pancasila akan menciptakan dan menumbuhkan jiwa persatuan dan kesatuan. Horas menambahkan, "Awal mula runtuhnya suatu negara bukan disebabkan dari serangan eksternal melainkan disebabkan juga dari internal. Maka dari itu ikhtiar pembumian Pancasila penting agar masyarakat saling menghormati dan tidak mengalami perpecahan."


Ikhtiar pembumian Pancasila yang dilakukan BPIP dinilai Horas bukan sekadar visi abstrak dalam memperkokoh persatuan bangsa, namun menyasar langsung kepada ajaran praktis perilaku masyarakat serta tata kelola pemerintahan yang baik dan benar. Untuk itu demi menjaga serta melestarikan nilai-nilai Pancasila, maka giat pembumian Pancasila kepada generasi penerus perlu terus digencarkan.

Ketua Bidang Pemuda PGLII Jakarta itu juga berbicara bahwa saat ini Pancasila menghadapi ancaman laten, yakni radikalisme, manipulator agama dan intoleransi. "Pembumian Pancasila itu mendesak sifatnya, karena jika tidak dilakukan, maka Pancasila bisa kalah dengan ideologi lain. Karena itu ancamannya nyata. Ancaman intoleransi itu ada. Kemarin ada dosen yang simpan bom molotov di rumahnya," kata Horas.


Menurutnya, bangsa Indonesia tidak bisa selama-lamanya selalu menganggap Pancasila itu sakti. "Pancasila memang sakti. Tetapi jika dinamika internal kita tidak diantisipasi dengan ikhtiar pembumian ideologi Pancasila, saya khawatir Pancasila terkalahkan oleh ideologi luar yang sektarian dan intoleran," tutur Horas. "Indonesia di ambang bahaya kalau Pancasila tidak kita bumikan. Kami mendorong BPIP semangat dalam membumikan Pancasila, jika perlu gandeng elemen-elemen masyarakat, " kata Horas.

Ia juga mengingatkan, BPIP jangan hanya membumikan nilai-nilai Pancasila bagi rakyat, tapi juga bagi para elite politik. "Pak Jokowi dan BPIP lima tahun ke depan perlu serius mendaratkan Pancasila dengan baik dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Horas.

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…