Friday, 18 June 2021
Share To:
feature-top

Pelatihan Jurnalistik Perwamki - STT LETS Diikuti oleh Mahasiswa, Aktivis Gereja, Jenderal Purnawirawan & Dari Belanda


Jakarta, terangindonesia.id – Putaran ke lima Selasa lalu (29/09) sebagai sesi terakhir dari Pelatihan Jurnalistik yang diadakan Perkumpulan Wartawan Media Kristiani Indonesia (Perwamki) bersama STT LETS - Lighthouse Equipping Theological School menghadirkan pembicara Dr. Antonius Natan (Salah satu Penasihat Perwamki).

Pria yang juga Dosen/ Wakil Ketua I Bidang Akademik  STT LETS Jakarta dan Sekretaris PGLII DKI Jakarta ini berbicara tentang perencanaan hidup, karakter dan pentingnya kompetensi dalam meraih impian hidup. Di sesi ini, Antonius Natan mengajak para peserta pelatihan dan jurnalis di Perwamki agar memperhatikan pentingnya membangun karakter dan kompetensi untuk meraih kehidupan yang bermakna dan indah di masa depan.

Usai Antonius Natan bicara, tim narasumber, seperti Drs. Paul Maku Goru, M.M. (Pemred kitakatolik.com dan eks Pemred Tabloid Reformata), Jonro I. Munthe, S. Sos (Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah Narwastu dan Narwastu.id) dan Emanuel Dapa Loka (Pemred tempusdei.id) memberi tanggapan dengan membedah tulisan yang dibuat peserta diskusi sekaligus memperbaikinya.

Pelatihan Jurnalistik lewat aplikasi Zoom ini dimoderatori Roy Agusta (Chronosdaily.com). Diawali dengan doa oleh salah satu peserta, yaitu Mayjen TNI (Purn.) Drs. Jan Pieter Ate (Cendekiawan TNI) dan ditutup pula dengan doa oleh Pdt. Alex Papay Sarnieum (Gembala gereja di Belanda).



Pelatihan Jurnalistik ini diikuti peserta dari NTT, Yogyakarta, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan dan Papua, dan perwakilan mahasiswa dari STT LETS dan Universitas Mahendradatta-Bali.

Panitia Pelatihan Emanuel Dapa Loka dan Roy Agusta mengatakan, meskipun program pelatihan ini telah berakhir namun group WA bagi peserta tetap ada dan dipakai sebagai sarana pendampingan untuk berkonsultasi tentang dasar-dasar jurnalistik dan tulis menulis.

Bahkan, media-media yang tergabung di Perwamki, baik media cetak dan daring siap menjadi tempat magang peserta untuk mengasah kemampuannya di bidang jurnalistik.

"Jadi Pembelajaran tak berhenti di sini. Kita akan terus memberikan pengarahan dan pendampingan. Rekan-rekan senior di Perwamki akan terus memonitor dan memberi waktu untuk melakukan mentoring & coaching terkait materi pelatihan jurnalistik yang sudah diberikan," ujar Antonius Natan, yang sejak awal berkontribusi besar hingga terwujudnya pelatihan ini.

Mayjen TNI (Purn.) Drs. Jan Pieter Ate menilai acara yang diadakan Perwamki cukup luar biasa. "Kebiasaan menulis itu mesti dimulai dari kanak-kanak, dan menulis adalah bekerja untuk keabadian. Menulis itu juga perjuangan, dan tak mudah dilakukan. Saya ikut acara ini, seperti kuliah juga, dan saya catat poin-poin penting hingga tiga halaman. Pembahasan Antonius Natan pun disebutkan “ini luar biasa," ujar dosen di Universitas Pertahanan, Jakarta, asal Nusa Tenggara Timur (NTT).



Ketua STT Jaffray Jakarta, Pdt. Dr. Nasokhili Giawa mengaku mendapat pencerahan dari pelatihan jurnalistik Perwamki ini. Sebagian besar peserta berharap pelatihan jurnalistik ini tidak terhenti sampai disini.

Bahkan enam peserta mengaku siap untuk menjalin kerja sama dengan Perwamki untuk mengadakan pelatihan jurnalistik diberbagai kesempatan berikut.

Eman Dapa Loka menyebutkan, bahwa tim yang ada sedang membahas dan menentukan waktu yang tepat untuk mengadakan pelatihan jurnalistik bagi warga gereja di Indonesia Timur dan komunitas Kristen yang tersebar di beberapa negara. “Kami akan dibuka pendaftaran peserta baru dalam waktu dekat, untuk tahun depan akan dibuka kelas Khusus Aktivis gereja Di Belanda dan berbagai negara Eropa.”

#Majalah Narwastu.

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…