Friday, 18 June 2021
Share To:
feature-top

Medan, terangindonesia.id - Musyawarah Nasional ke XII PGLII (Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia) di GBI Rumah Persembahan dan GBI Tabernacle of David di Medan, Sumatera Utara telah menyelesaikan agenda utama Munas, yakni Pemilihan Ketua Umum untuk periode 2020-2024.

Prosesi kegiatan Musyawarah Nasional ke XII memang dipercepat satu hari dari rencana semula 16-20 Maret 2020 mengingat kian merebaknya virus Corona (Covid 19) di Indonesia, khususnya mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan di Kota Medan. Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Plt. Walikota Medan Akhyar Nasution telah mengeluarkan surat edaran yang langsung disikapi oleh sejumlah pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran dengan mengambil langkah melakukan penyesuaian jam operasional, terutama yang berada di pusat bisnis Kota Medan.

Percepatan Prosesi kegiatan Munas PGLII tidak terlalu mengganggu agenda dan kegiatan secara umum, hanya saja pembahasan materi menjadi lebih singkat atau tertunda sementara. Termasuk kelengkapan dan usulan amandemen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Pdt. Dr. Ronny Mandang M.Th akhirnya terpilih kembali menjadi Ketua Umum PGLII. Dalam proses pemilihan, selain petahana ada nama Pdt. Tommy Lengkong, M.Th dan Pdt. Deddy A. Madong. Akhirnya Pimpinan Sidang memutuskan dan menetapkan Pdt. Dr. Ronny Mandang, M.Th. untuk diberikan mandat kepercayaan memimpin PGLII untuk periode 2020-2024

Torehan prestasi Ronny Mandang selama memimpin PGLII dianggap mampu membawa semangat PGLII, membawa terobosan baru dan menjadikan PGLII sebagai salah satu aras gereja dengan tingkat diplomasi dan pelayanan lintas aras yang baik. Ronny Mandang dianggap telah membangun tonggak penting bagi gereja-gereja untuk tetap kokoh berdiri ditengah goncangan intoleransi. Biar api Injil terus manyala, selalu dikumandangkan Ronny Mandang hampir di setiap kesempatan dan mampu membangkitkan semangat baru bagi yang mengalami kelelahan rohani.

Seorang peserta dari Luar Pulau Jawa, menyebutkan sosok Ronny Mandang adalah sahabat gereja, baik di kala susah atau senang. “Tidak berlebihan kalau saya menyebut beliau sebagai the real church.” Ia mengisahkan saat terjadi bencana di daerahnya. “Bapak Pendeta Ronny Mandang termasuk rombongan pertama yang datang di lokasi bencana.” 

Ketika suasana persidangan Pemilihan Ketua sedang berlangsung dan peserta Munas bebas mengemukakan pendapat dan aspirasi, mendukung dan mengritisi Kepengurusan sebelumnya. Ronny Mandang memilih untuk diam dan mencermati berbagai aspirasi yang bermunculan.

Pun ketika panitia persidangan mengetuk palu, tanda Musyawarah Nasional ke XII telah sepakat menentukan seorang Ronny Mandang untuk memimpin PGLII periode 2020-2024, ia bergeming dan tetap bersahaja menyambut uluran tangan yang menyalami.

Ada perubahan warna wajah, berupaya agar tak ada satu tetes air mata membasahi pipinya. Disambutnya dengan senyum peserta Munas yang berdatangan menyalaminya. Sepertinya ia ingin menyampaikan suatu pesan, bahwa eforia ini bukan sudah selesai. Di usianya ini, Ronny Mandang tersadar bahwa ada kerja keras dan konsistensi menanti. Biarlah api Injil terus manyala ! [Aurora Dea]

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…