Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Medan, terangindonesia.id – Munas ke XII PGLII yang diselenggarakan di Kota Medan terimbas juga dengan adanya surat edaran Gubernur Sumatera Utara  Edy Rahmayadi terkait dengan pencegahan penyebaran virus Corona atau COVID-19 di wilayah Sumatera Utara. Pemerintah Kota (Pemkot) Medan secara serentak menetapkan status siaga darurat virus Corona COVID-19 di Medan. Hal ini dilakukan menyikapi instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta setiap pemerintah daerah/kota untuk segera menetapkan status daerahnya masing-masing.

Demikian juga dengan Panitia Munas ke XII PGLII, melalui pimpinan sidang memutuskan untuk mempercepat agenda kegiatan termasuk persidangan. Percepatan agenda Pemilihan Ketua Umum membuat suasana persidangan penuh dinamika. Belum lagi sterilisasi gedung yang dilakukan oleh pihak pengelola, interaksi antar peserta pun menjadi ‘diluar dari kebiasaan’ tanpa mengurangi keakraban diantara peserta. Saat istirahat makan siang, bisik-bisik dan dukung-mendukung sesekali terdengar. “Perlu regenerasi, jangan hanya dihuni oleh mereka yang senior melulu,” ungkap salah satu peserta di meja nomor 5. "Jangan orang luar melihat PGLII sebagai aras-nya orang lanjut usia,” sergah rekan peserta disebelahnya.

“Tapi bro,siapa  kader yang cocok? Apa perlu impor dari luar PGLII?” Satu meja agak terdiam dan melanjutkan santap siang. Tiba-tiba dari meja sebelahnya, menyela, “Seram kali kalok PGLII impor pemimpin, mana tau dia lagi kena Corona,” Tertawalah semua mendengar gurauan seperti itu.
Dinamika demikian, turut masuk mewarnai persidangan Pemilihan Ketua Umum. Putaran pertama, ada 3 nama mendominasi atas usulan peserta untuk ditetapkan sebagai Bakal Calon Ketua Umum. Selain nama Pdt. Ronny Mandang, urutan diberikutnya ada Pdt. Tommy Lengkong, dan nama Pdt. Deddy Madong.

Silang pendapat terjadi mengenai aturan dan tata cara pemilihan. Seluruh peserta sepakat untuk selalu mengacu pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga. Silang pendapat ini diakui juga oleh Pdt. Dr. Antonius Natan, Th. M. “Memang dinamikanya terjadi seperti itu, terutama mengenai tata cara persidangan yang dianggap tidak sesuai AD/ART.

Tetapi yang harus diingat dan dipahami bahwa, PGLII ini bukan partai politik, jelas Antonius Natan yang juga adalah Sekretaris Umum PGLII DKI Jakarta.  “Dinamika dan silang pendapat perlu ada dan itu sebagai tanda adanya kehidupan dan interaksi yang sehat diantara sesama anggota yang bernaung di bawah PGLII. Justru, kalau kita tilik bersama panitia sidang memberi keleluasaan kepada peserta untuk berbicara memberikan masukan, usulan, atau apapun istilahnya. Bahkan masuk dalam agenda resmi persidangan.” 

“Tetapi secara terbuka dan transparan, kita melihat bahwa untuk menjadi pemimpin di PGLII tidaklah mudah. Jangankan menjadi pemimpin, untuk  mencari orang yang mau bekerja demi PGLII juga tidak mudah. Maka saran dan pemikiran saya, kita perlu menghargai orang yang sudah kita pilih dan bersedia, Ini sangat fair kalau kita dengan ketulusan hati dan jiwa besar memberikan kesempatan.”

Antonius Natan mengingatkan, bahwa hal ini tidak merujuk pada Munas ke XII saja. “Semangat dan karakteristik ini juga berlaku bagi siapapun dan dalam pemilihan dimanapun.” Antonius Natan tak menyangkal PGLII butuh kehadiran generasi muda di jabatan-jabatan strategis organisasi, “Saya pikir ini bukan soal butuh generasi muda, tetapi bagaimana PGLII bisa mengakomodir dan menghargai kehadiran generasi muda di kepengurusan PGLII. Bukan soal umur, tapi keteladanan dan integritas harus dibuktikan dalam jejak rekam perilaku seseorang.”  

Proses agenda sidang Pemilihan Ketua Umum akhirnya berjalan dengan baik, dan memang  sejak tahapan awal, pilihan suara terbanyak adalah Pdt. Dr. Ronny Mandang, M.Th. “Apakah ada yang salah atau tidak tepat kalau kita sepakati dan percayakan kepada bapak Ronny Mandang  untuk memimpin PGLII satu periode lagi?” Pimpinan Sidang mengetuk palu, setelah peserta setuju Pdt. Dr. Ronny Mandang M.Th. dipercayakan kembali untuk menduduki pucuk pimpinan PGLII untuk periode berikutnya, 2020-2024. Dengan catatan,  mengubah AD/ART hal pembatasan usia 40 tahun-60 tahun menjadi 40 tahun-70 tahun. Seluruh peserta sepakat untuk menyetujui perubahan tersebut. [Aurora Dea]

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…