Thursday, 17 June 2021
Share To:
feature-top

Pandemi COVID-19 Pertanda Kiamat Sudah Dekat?


Pandemi COVID-19 yang memaksa penutupan tempat ibadah memicu komentar umat beragama bahwa kiamat semakin dekat. Akan tetapi sejarah membuktikan bumi pernah menghadapi bencana kesehatan manusia yang lebih parah sebelumnya. Tetapi teknologi dan farmasi berhasil menghadapinya.


Bumi mewabah memicu sikap spontan pada sejumlah pemuka agama, peningkatan wabah corona dengan korban yang meluas diseluruh penjuru dunia. Tercuat kepermukaan adalah pemberitaan media bahwa bencana yang datang merupakan "pertanda kiamat sudah dekat."

Virus yang katanya pertamakali muncul di Wuhan, Cina, akhir 2019 silam, saat ini merambah Asia, Eropa, Amerika, Australia dan Afrika, semua benua tidak luput dari virus ini. Saat tulisan ini diturunkan ada sekitar 3 juta jiwa terdampak dan kurang lebih 1 juta korban jiwa melayang. Tetapi laju infeksi diyakini belum akan melambat dalam waktu dekat.‪ ‬‬‬


Tokoh Agama Menyatakannya

Fenomena bencana wabah virus corona sulit dipahami dan diluar nalar pemikiran manusia, sehingga tokoh agama menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi saat ini adalah pertanda dari langit (surga). Pemikiran seperti ini tidak hanya terbatas oleh satu agama tertentu saja. Melainkan setiap agama memiliki tafsir terhadap fenomena berlangsung. Sebagian pemuka agama menggunakan tafsir "ayat-ayat suci" untuk mengaitkan wabah corona dengan tanda-tanda datangnya kiamat.

Seiring dengan itu kita amati bahwa kebrutalan ISIS dan konflik dikawasan Timur Tengah yang terus berlanjut, terjadi Kebakaran di Amerika, Australia, gempa bumi, banjir bandang, longsor, pembunuhan, KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) dan kejahatan yang semakin meningkat di seluruh dunia. Kitab Suci juga menyatakan dalam Markus 13:8 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Beberapa tokoh agama menyatakan bahwa datangnya bencana corona sudah diwahyukan sejak ratusan bahkan ribuan tahun silam, yang juga memperkuat pernyataan atas kebenaran hakiki dari keyakinan yang dianut. Mengutip Lukas 21:11 dari Kitab Suci, bahwa "... dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit” Dipahami bahwa ayat ini merujuk pada tanda-tanda akhir jaman.

Berbagai pandangan dan tafsiran melihat peristiwa menghimpit di tahun 2020 merupakan pertanda kedatangan Tuhan Yesus Kristus segera terjadi. perhatikan Wahyu 22: 20 Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!.

Mengutip pernyataan Pdt Daniel Pandji dari My Home Indonesia bahwa “Kita sedang memasuki masa atau dekade yang disebut “FOG WAR” situasi di tengah medan pertempuran yang mana dalam situasi yang berkabut kita tidak dapat melihat jelas kekuatan musuh, yang dapat menolong kita hanyalah teman seperjuangan yang memiliki tekad untuk hanya untuk memenangkan pertempuran.”

Dengarkan suaraNya saat ini. Sela! Dan Dia ingin mendengar “Respon” kita kepada Dia. Kembali kepada Dia sebagai orang orang yg tersisa dan mau meresponi panggilanNya pada hari hari terakhir ini. DIA akan menaungi kita dengan dengan sayapNya meski kegoncangan dengan skala dunia akan segera terjadi!”

Bahwa peristiwa Virus Corona Covid-19 belum merupakan akhir, karena kegoncangan lebih besar akan terjadi barulah kesudahan dunia.

Sekarang waktunya melakukan instropeksi dan kontemplasi, berbenah apakah kehidupan yang dijalani sudah dalam jalur yang baik dan benar ?


Dunia Teknologi & Farmasi‬ Memiliki Kemampuan‬

COVID-19 tergolong virus penyakit zoonotik yang menular dari hewan ke manusia. Ada banyak keluarga virus corona yang memicu beragam penyakit seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Adapun SARS-CoV-2 yang mewabah saat ini adalah jenis corona yang belum pernah menular pada manusia sebelumnya.

SARS-CoV-2 memicu penyakit COVID-19, sejenis pneumonia akut atau radang paru-paru yang bisa memicu kegagalan organ multiple pada pasien berusia di atas 50 tahun atau yang sudah memiliki penyakit akut lain.

Pada abad ke14, wabah sampar mengambil nyawa sekitar lebih dari 200 juta jiwa di Asia, Eropa dan Timur Tengah. virus mematikan ini disebabkan oleh penularan bakteri Yersinia Pestis lewat lalat dengan bantuan hewan pengerat seperti tikus.

Seratus tahun lalu Flu Spanyol menyebar ke seantero bumi dan mengambil nyawa sekitar 50 juta jiwa, dari 500 juta manusia yang tertular. Virus influenza tipe H1N1 itu berasal dari unggas atau babi yang menyebar ke manusia lewat daging.

SARS-CoV-2 dijaman media sosial ini memang sangat berbahaya. Siapapun manusia diwajibkan untuk mengambil langkah pencegahan dan menghindari penularan. Setiap keluarga harus meminimalisir risiko infeksi pada kelompok usia lanjut dan yang memiliki bawaan penyakit seperti diabetes, darah tinggi dll.

Masa lalu manusia melalui teknologi dan farmasi berhasil melawan pandemi mematikan yang mengambil jutaan nyawa manusia.

Dahulu  manusia mampu menyintas di tengah bencana kesehatan. Saat ini kita menghadapinya, tetaplah semangat dan tetaplah sehat dan mempersiapkan diri jika Akhir Jaman tiba didepan mata. Mendekatkan diri dengan Allah dan banyak berdoa serta berbuat kebaikan.

Antonius Natan

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…