Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Jakarta, terangindonesia.id - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua melalui media sosial menuding TNI telah menembak mati Pdt. Yeremias Zanambani dari Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII). Menukil laman era.id, Pendeta Yeremia Zanambani merupakan Ketua Klasis (Daerah) GKII Hitadipa Kabupaten Intan Jaya. Mendiang dianggap sebagai penginjil yang setia dan berintegritas serta penerjemah Alkitab ke dalam bahasa suku Moni. GKII menduga Zanambani ditembak oleh personel TNI. Namun, Kepala Penerangan Kogabwihan III, Kol Czi IGN Suriastawa menegaskan tudingan tersebut adalah fitnah.

 Atas kejadian tersebut, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia mengeluarkan siaran pers, selengkapnya :

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mengecam penembakan yang terjadi pada Sabtu, 19 September 2020 di Klasis Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang mengakibatkan meninggalnya Pdt. Yeremia Zanambani. Dalam keprihatinan mendalam atas kasus penembakan tersebut, PGI berharap persitiwa itu tidak terulang.

Informasi mengenai penembakan ini masih simpang siur. Di satu sisi PGI mendapat laporan dari GKII dan pemberitaan media lokal yang menyebutkan, penembakan tersebut diduga dilakukan oleh aparat TNI yang sedang melakukan tugas operasi militer, sementara media nasional memberitakan bantahan pihak TNI, dan menyebut pelaku penembakan adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Tidak mudah bagi kami mengklarifikasi peristiwa ini. Untuk itu kami telah menyurati Presiden Republik Indonesia, Kapolri dan Panglima TNI untuk mengusut tuntas kasus ini dengan membawanya ke ranah hukum. Untuk menghindari saling tuduh, sebagaimana sudah terjadi, kami mengusulkan dibentuknya Tim Investigasi yang independen.

Selengkapnya kami menyampaikan sikap Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia sebagai berikut;
1. Menyatakan duka yang mendalam kepada semua keluarga korban yang terluka dan yang kehilangan anggota keluarganya dalam kasus ini. Kiranya Tuhan yang Rahmani memberikan penghiburan bagi seluruh keluarga.
2. Mendesak dan mendukung upaya pihak kepolisian RI dalam hal ini Kepolisian Daerah Papua bekerja sama dengan Komnas HAM Perwakilan Papua untuk terus melakukan investigasi kasus ini.
3. Meminta pemerintah, lembaga adat dan gereja-gereja di Papua untuk ikut aktif memfasiltasi penyelesaian kasus ini.
4. Harus dihentikan segala bentuk kekerasan di Papua yang membawa korban, baik rakyat sipil maupun aparat keamanan.
5. Kasus ini menjadi kasus penembakan terakhir dan mendorong pemerintah menyelesaikan tuntas kasus-kasus sejenis selama ini, termasuk kasus Paniai, Nduga, dll.

Demikian rilis ini kami sampaikan untuk dapat diberitakan. Terima kasih.
Jakarta, 21 September 2020

Philip Situmorang
HUMAS PGI

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…