Friday, 18 June 2021
Share To:
feature-top

Merajut Harmoni Kebangsaan Menghidupkan Falsafah Pancasila 


Hakekat kebangsaan merupakan hal yang mendasar bagi bangsa Indonesia, sehingga perlu dijabarkan dalam konsep dasar negara dan ideologi nasional seperti yang telah dirumuskan dalam Pancasila sebagaimana terdapat dalam Alinea IV Pembukaan UUD 1945. Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Agar rajutan harmoni kebangsaan dapat dirawat maka anak bangsa perlu menolak berbagai bentuk diskriminasi suku, keturunan, warna kulit, ras, asal-usul, kedaerahan, golongan dan agama serta status sosial maupun kedudukan. Merajut harmoni kebangsaan bertujuan membangun dan mengembangkan persatuan dan kesatuan antar sesama anak bangsa Indonesia, dalam mewujudkan cita-cita proklamasi demi tercapainya masyarakat adil dan makmur.

Suasana kerukunan sosial yang dibangun selama ini membuat suasana saling menghargai dan menghormati satu dengan lainnya, multikulturalisme sudah dibangun sejak jaman kerajaan Kutai Mulawarman, Mataram, Majapahit, Sriwijaya dan lainnya berlangsung hingga jaman penjajahan membuat hubungan antar kelompok ter-rajut, tetapi terkadang rajutan yang tertata acap kali terkoyak demi kepentingan politik kekuasaan dan perebutan tahta kerajaan yang pada gilirannya memecah belah; Diperkuat lagi oleh politik domba penjajah disertai ketamakan, iri, dengki dan fitnah.

Saat perang kemerdekaan melawan penjajahan Belanda atau Jepang berbagai suku bangsa termasuk didalamnya Tionghoa, Arab, India dll. Turut serta bahu membahu berjuang di wilayah nusantara serta rela berperang dan mengorbankan nyawa demi Sang Saka Merah Putih berkibar, perjuangan yang tidak mengenal suku bangsa, perjuangan tidak mengenal agama, anak bangsa berjuang mengusir penjajah baik yang beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha bahkan Konghucu, mempertahankan tanah air dan melawan kezaliman tentara penjajah serta menolak keserakahan bangsa asing di bumi pertiwi.

Kemerdekaan adalah milik bersama dan diwariskan kepada anak dan cucu. Tentunya Republik Indonesia adalah milik penduduk Indonesia yang harus dipertahankan, maka setiap anak yang lahir, dibesarkan, memperoleh pendidikan, memakan dan minum di wilayah nusantara disebut penduduk pribumi, siapapun itu memiliki hak yang sama dan berkewajiban menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia  tetap berdiri menuju negeri yang kuat dan bermartabat.


Merajut Harmoni Kebangsaan

Tetapi Akhir-akhir ini pluralisme bangsa Indonesia sedang diuji “ketahanannya”, goncangan demi goncangan dengan dalih menjunjung tinggi kepentingan, mempertentangkan agama, suku bangsa serta ideologi. Sesuatu yang seharusnya tabu dan tidak nasionalis malah menjadi model bagi kalangan tertentu, kelompok yang memiliki fanatisme yang sempit, merasa diri paling benar dan mengabaikan sejarah. Bumi seakan sesak dengan berita berita mencekam, mengintimidasi dan menakutkan disertai dengan kebohongan. Media sosial menjadi sarana bagi kelompok tertentu dan menjadikan kelompok lain terjerat.

Kebinnekaan dan toleransi yang menjadi perekat bangsa terkikis, kekerasan bermunculan, masyarakat mulai terpengaruh benih kecurigaan dan kebencian serta berprasangka buruk terhadap sesama saudara. Semangat kebangsaan yang telah terajut kini mulai terkoyak. Peranan anak bangsa yang tergabung dalam ormas nasionalis kebangsaan menjadi penting di tengah gejolak bangsa Indonesia, peranan sebagai fasilitator & katalisator dalam banyak kegiatan merajut harmoni kebangsaan adalah benteng pertahanan.

Perlu pemahaman baru dan model yang sesuai jaman dalam menyelesaikan masalah-masalah yang berkembang dalam masyarakat maupun birokrasi, ormas nasionalis kebangsaan perlu mendorong dan menumbuhkan sikap hidup damai tanpa kekerasan, menghargai keberagaman, mendakwah sikap dialogis antar sesama pemeluk agama dan menghormati satu dengan lainnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang tertinggi serta tidak memberi tempat pada patriotisme yang picik.

Mari kita bersama memberikan kesadaran, kepada siapapun terutama kepada anak-anak remaja dari sejak dini, agama menghargai perbedaan, agama mengajarkan hidup berdampingan, agama mengajarkan kedamaian, dunia modern menjadi dunia yang tanpa batas dan saling berhadapan, setiap agama mengajarkan kasih, hormat dan takut kepada Tuhan Sang Pencipta.

Ormas nasionalis kebangsaan dibangun dan dibentuk sebagai sebuah gerakan moral terus proaktif mengantisipasi perkembangan wilayah, bersahabat dengan lingkungan, peduli dengan kondisi RT/ RW dengan memberi contoh bagi komunitas lain dalam membina hidup berdampingan yang rukun, kemandirian dan menghadapi tantangan dari luar tanpa konfrontasi melainkan saling mendukung dan menghormati.

Aktifitas berbagai ormas nasionalis kebangsaan secara bersama-sama mendorong agar desa dibangun dan menjadikan desa sebagai lumbung pangan, pusat pendidikan dan pusat perekonomian, mendidik karakter dan perilaku anak yang sehat disertai rasa hormat dan takut akan Tuhan.

Ormas nasionalis kebangsaan perlu turun kelapangan turut serta dengan pemerintah untuk membina keluarga-keluarga agar rukun dan harmonis. Membangun keluarga sejahtera yang memiliki kemampuan untuk bertani dan beternak secara mandiri. Mendorong kemajuan ekonomi dan merangkai mata rantai perdagangan yang singkat dengan mempertemukan penjual yang berada di pedesaan dengan pembeli yang berada di perkotaan. Kemajuan teknologi memungkinkan semua menjadi nyata.

Akhirnya, masyarakat nusantara memahami hakekat harmoni kebangsaan yang diamalkan melalui ormas nasionalis kebangsaan, gelombang yang didalamnya menggerakkan lebih banyak orang diseluruh Indonesia untuk menghayati pluralisme dan menghidupkan falsafah Pancasila yang menjadi pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku yang bermuara pada terbentuknya Karakter Bangsa. Hiduplah Indonesia Raya.

Disampaikan dalam Zoominar Harmoni Kebangsaan, Hari jumat 03 Juli 2020.
Dr. Antonius Natan | Sekretaris PGLII DKI Jakarta

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…