Thursday, 17 June 2021
Share To:
feature-top

Keluarga Merupakan Inisiatif Tuhan



Kejadian 1: 27 “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

Membahas tentang keluarga tidak lepas bicara tentang anak, sesungguhnya kita juga  perlu mendalami hakekat keluarga menurut Firman Tuhan.

Melalui pasal tersebut dapat dimengerti bahwa keluarga merupakan inisiatif Tuhan yang diberikan kepada manusia dengan pesan yang sangat jelas, bahwa keluarga terjadi karena perkawinan laki-laki dan perempuan dengan tujuan memiliki keturunan yang mampu mengelola bumi.

Peristiwa yang sama terlihat sangat jelas dalam Firman Tuhan kitab Kejadian 2: 24 “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging”.

Sehingga kita mengerti bahwa orang tua yang terdiri dari laki-laki dan perempuan terikat dengan janji pernikahan dihadapan Allah, membangun rumah tangga menjadi ayah dan ibu bagi anak-anak sebagai keturunan sekaligus merupakan generasi penerus.


Anak Berjumpa dengan Tuhan

Perkawinan dengan tujuan memiliki keturunan menjadi generasi penerus merupakan inisiatif Tuhan agar manusia memuliakan namaNya, disebut dalam Yesaya 43:21 “umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku".

Ada tugas suci didalam keluarga yang tidak boleh diabaikan, merupakan tanggung jawab perkawinan yaitu ayah dan ibu agar anak-anak berjumpa dengan Tuhan, mengenalNYA dan melakukan kehendakNYA.

Generasi penerus secara turun temurun menjaga warisan iman kepada Tuhan Yesus.

Tugas istimewa kepada Ayah untuk mengajarkan anak-anaknya berjumpa dengan Tuhan Allah, Allah yang menciptakan langit dan bumi, Tuhan Yesus sebagai Juruselamat yang wafat di kayu salib dan bangkit serta naik ke Surga, Roh Kudus yang berdaulat selalu hidup dalam diri kita.


Diajarkan juga kepada anak bahwa manusia perlu memiliki rasa takut akan Tuhan dengan bersikap hormat dan merawat hidup agar memenuhi kriteria yang Tuhan berikan sesuai yang diajarkan Alkitab.

Generasi muda yang telah berjumpa dengan Tuhan, tetap harus dididik dan didampingi sepanjang hidupnya bersama Ayah, sehingga Ayah dapat disebut Bapa Sepanjang Kehidupan.

Pendidikan tentang takut akan Tuhan berdampak anak memiliki kesadaran untuk meraih karakter seperti Kristus sepanjang hidupnya, mendidik dilakukan secara berulang-ulang dari bulan ketahun, terus menerus sehingga membentuk karakter anak yang baik dan benar sesuai Kitab Suci.

Praktek memuridkan atau mengajarkan anak-anak sangat jelas model dan polanya dengan merujuk Firman Tuhan dalam Mazmur 78:4 ”kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya. 5  Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel; nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka, 6  supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, 7  supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya”;

Keluarga dari perkawinan laki laki dan perempuan menjadi orang tua dan kemudian anak-anak merupakan jembatan generasi berikut, ada pesan istimewa yang dimandatkan bagi keturunan berikut, memperhatikan Kitab Suci diatas bahwa setiap generasi diajarkan bebrapa hal seperti:

(1) bersyukur dan melaksanakan puji-pujian kepada TUHAN,

(2) menceritakan betapa agung dan perkasanya TUHAN yang disembah serta

(3) menyaksikan perbuatan-perbuatanNYA yang ajaib.


Anak Mengenal Tuhan di Rumah

Kehidupan dalam adaptasi baru serta berdamai dengan Covid-19 adalah dengan menjaga kebersihan, menjaga jarak fisik serta isolasi diri. Masyarakat pada umumnya jika memungkinkan tidak melakukan aktifitas di kantor melainkan melakukannya dari rumah.

Demikian juga anak-anak tidak ke sekolah, aktifitas belajar dilakukan dirumah. Praktis orang tua dan anak-anak berkumpul dalam rumah, bisa jadi mustahil terjadi dalam situasi normal.

Kehadiran anggota keluarga secara bersamaan dalam waktu yang lama merupakan suatu keistimewaan. Saat ini kesempatan khusus terjadi sehingga memungkinkan orang tua, ayah dan ibu berperan langsung dalam mendidik dan memuridkan anak-anaknya.

Memperkenalkan Tuhan di rumah. Era Generasi Alpha ditemukan berbagai cara dan model pendekatan yang dapat dilakukan oleh ayah dan ibu dalam mendidik anak secara langsung.

Firman Tuhan telah dengan jelas menyatakan bahwa memuridkan anak-anak merupakan tanggung jawab orang tua, dalam hal ini adalah Ayah yang menjadi guru dalam keluarga. Ayah memperkenalkan anak dengan Tuhan dan Anak berjumpa dengan Tuhan.

Pada gilirannya para Ayah berperan sebagai Imam dalam keluarga, menjadi teladan kepada keluarga menunjukkan jalan yang benar.

Saat ini panggilan TUHAN kepada Ayah untuk memuridkan anak-anaknya sebagaimana dalam Maleachi 4:6 “Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”


Ayah berfungsi mengarahkan jalannya biduk rumah tangga sesuai dengan janji pernikahan yang diucapkan di hadapan jemaat, Hamba Tuhan dan Sorga mendengarkan serta mendapat berkat dari Allah sebagai tanda dimulainya tanggung jawab dan pelaksanaan tugas suci untuk mendidik anak sesuai dengan iman Kristiani.

Ukuran keberhasilan Ayah adalah bagaimana perjuangan anak dalam mengejar karakter seperti Kristus, diawali dengan anak mengenal Tuhan di rumah, mengenal dirinya sendiri, mengenal panggilan spiritualnya, memiliki identitas sebagai manusia yang diselamatkan oleh kasih dan anugerah Tuhan Yesus.

Jadikan waktu-waktu ini memberi arti yang istimewa bagi anak-anak, sekolah di rumah membuka pintu ayah memasuki jiwa anak-anaknya.

Agar harta iman tetap berada dalam hati anak-anakmu, maka Ayah harus berada dalam hidup mereka saat ini.



Oleh Antonius Natan | Founder TMC Indonesia | Sekretaris PGLII DKI Jakarta

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…