Thursday, 17 June 2021
Share To:
feature-top

Mengapa Radikalisme Menjadi Ancaman Bagi Bangsa Indonesia Yang Berdaulat ?


Jika memang radikalisme adalah ancaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi siapakah kelompok radikal yang bertentangan dengan hukum dan bertentangan dengan Pancasila, UUD1945 dan seberapa besar kekuatannya sehingga mampu menjadi ancaman? 

Untuk mengetahui siapa pengikut kelompok radikal yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, tentunya kita harus mempelajari kembali sejarah terbentuknya bangsa Indonesia dan lahirnya Pancasila.

Mari pahami sidang-sidang BPUPKI yang melahirkan Pancasila dan UUD 195 oleh pendiri bangsa yang terdiri tokoh bangsa yang beragama Islam, Katolik, Kristen, Hindu dan Budha pada masa kemerdekaan merupakan sebuah kesepakatan luhur untuk melahirkan bangsa yang merdeka. Sebuah kesepakatan menempatkan Pancasila sebagai landasan fundamental ideologi bangsa Pancasila sebagai wadah ideologi atau tolak ukur ideologi yang disepakati diterima bagi warganegara Indonesia.

Negara Indonesia berdiri dari sebuah kesepakatan tulus, saling menghormati dan menghargai perbedaan agama. dan perwakilan para pendiri negara yang merupakan kelompok radikal serta menentang keras penjajahan di Indonesia. Penganut ideologi radikal Islam yang merupakan mayoritas pendukung utama kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia diikuti juga oleh kelompok ideologi radikal Kristen, ideologi radikal Katolik, ideologi radikal Hindu, ideologi radikal Budha bahkan ideologi radikal Konghucu. Kecuali kelompok radikal yang tidak ikut menandatangani perjanjian luhur bangsa Indonesia hanya kelompok radikal ideologi komunis yang ateis. 

Saat ideologi dipahami sebagai tata nilai kebenaran yang dianut, maka semua ideologi akan membawa penganutnya pada sikap hidup mendasar atau radikal, atas tata nilai kebenaran yang dianut. Disinilah peranan Pancasila saat disepakati sebagai landasan fundamental ideologi. Sebagai tolak ukur dan batasan yang boleh berkembang di Indonesia. Pancasila sebagai titik temu kepentingan bersama penganut ideologi. Inilah makna Pancasila sebagai landasan fundamental ideologi bangsa.

Radikal yang berarti mendasar dan radikalisme diartikan sebagai ideologi yang mendasar atau ideologi yang dianut penganutnya tanpa kompromi. Tanpa Kompromi inilah penyebab ideologi itu dianggap bertentangan dengan NKRI dan Pancasila. 
Dari tinjauan sejarah di atas, maka Pancasila tidak akan pernah berbenturan dengan berbagai ideologi yang melahirkan Pancasila sebagai landasan fundamental bangsa. Pancasila akan berbenturan dengan semua ideologi yang tidak terwadahi, ideologi yang tidak terwadai inilah yang perlu diwaspadai sebagai ancaman.



Bagaimana dengan stigma radikal? 

Radikal atau puritan satu sama lain tak terpisahkan dengan tata nilai kebenaran yang dianut. Itulah makna ideologi yang dianut sebagai kebenaran hakiki. Konsekuensinya ideologi yang diyakini pengikutnya sebagai kebenaran cenderung menjadi radikal atau puritan.

Lantas benarkah radikalisme sebagai ancaman bagi bangsa Indonesia dan Pancasila? Negara Indonesia, UUD1945 dan Pancasila lahir dari rahim radikalisme menentang penjajahan. Pancasila sebagai ibu kandung yang melahirkan dan mensyaratkan kemerdekaan NKRI sebagai sarana mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Tetapi apabila yang dimaksudkan NKRI dan Pancasila dari sudut pandang yang dipahami kaum pragmatis materialistik oportunistik maka berupaya kuat berjuang untuk melakukan amandemen pesanan asing, menjadikan NKRI dan Pancasila sebagai kendaraan untuk kembali menjajah kedaulatan Indonesia, maka benarlah jika paham radikalisme menjadi ancaman bagi kepentingan bangsa indonesia.

Itulah sebabnya radikalisme nasionalis sebagai pewaris dan perawat perjanjian luhur bangsa Indonesia, bukanlah sebagai ancaman bagi bangsa Indonesia dan Pancasila hasil Proklamasi 17 Agustus 1945, melainkan penyelamat NKRI dan Pancasila. kitalah Radikalis Pancasila.


Lantas siapa sebenarnya ancaman bangsa Indonesia, Pancasila, dan Proklamasi 17 Agustus 1945? 

Dipahami para radikalis sebagai pesanan asing, radikalis yang tidak sesuai budaya bangsa, radikalis tidak sesuai dengan budaya nusantara, pesanan radikalisme agar Indonesia tidak menjadi negara maju dan bermartabat. radikalisme yang tidak menghendaki bangsa Indonesia sebagai bangsa mandiri. radikalis yang merusak tatanan Suku, Agama, Ras (SARA).

Mari kita rawat Pancasila secara radikal nasionalisme untuk menepis radikalime berdasarkan pesanan. kitalah Radikalis Pancasila!.


Antonius Natan
Sekretaris PGLII DKI Jakarta
Dosen STT LETS - Lighthouse Equipping Theological School

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…