Tuesday, 27 July 2021
Share To:
feature-top

Ketika datang pencobaan ke dalam hidup kita, satu kata yang biasanya ada di depan bibir kita adalah mengapa. Karena pencobaan itu sulit, menyakitkan, dan menyedihkan, kita biasanya bertanya, "Mengapa itu terjadi kepada saya?" dan kita selalu hampir tidak pernah mendapat jawaban yang kita cari. Mereka membuat kita meragukan apa yang kita percaya karena keinginan kita sendiri sedang diuji.

Seperti yang kita pelajari pada hari pertama, Yesus mengajar kita bahwa kita akan mengalami kesulitan. Hidup sebagai pengikut Kristus bukan berarti tidak ada kesulitan. Dunia kita jatuh dan hancur dengan orang-orang yang melakukan hal-hal yang menjatuhkan dan menghancurkan. Tentu saja, akan ada pencobaan. Orang-orang akan melakukan hal-hal yang mempengaruhi kita. Kita akan melakukan hal-hal yang mempengaruhi orang lain dan diri kita sendiri. Kita mungkin tidak bermaksud demikian, tetapi tindakan kita masih menyebabkan rasa sakit dalam kehidupan orang lain. Mungkin bahkan diri sendiri.



Berikut adalah beberapa alasan kita mengalami pencobaan:

Perkembangan Rohani

Terlepas dari bagaimana cobaan memasuki hidup kita, mereka dapat digunakan sebagai alat untuk memperkuat dan mengembangkan karakter serta iman kita. Ketika kita melalui hal-hal yang menguji kesabaran dan ketahanan kita, kita dapat mengatasi pencobaan dan membiarkannya menguatkan kita atau kita dapat terus melawannya. Sangatlah sulit membiarkan masa-masa sulit memurnikan kita tapi ketika kita melakukannya, hasil akhirnya sungguh layak, yaitu versi diri kita yang lebih baik, dan lebih saleh.


Konsekuensi Pilihan

Ada kenyataan yang pahit ketika menyangkut pilihan dan itulah konsekuensi yang mengikutinya. Seringkali, pencobaan dan kesulitan kita merupakan akibat langsung dari bagaimana orang lain menjalani hidup mereka dan kita menjalani hidup kita. Kita bisa menderita karena tindakan orang lain atau tindakan kita sendiri. Beberapa tindakan adalah dosa, dan ketika itu terjadi, konsekuensi yang mengikutinya tidaklah baik.


Peperangan Rohani

Terkait dengan Iblis, musuh rohani kita, kita memberinya terlalu banyak kepercayaan atau terlalu sedikit kepercayaan. Semua hal buruk yang terjadi kepada kita bukan salahnya tetapi pahamilah bahwa dia memang berperan dalam situasi sulit yang kita hadapi.

Pada hari ke-3 dari rencana ini, kita akan menyelidiki ayat-ayat Alkitab yang penuh pengharapan yang akan menunjukkan kepada kita bahwa Allah selalu bekerja untuk menggunakan apapun dan segala sesuatu demi kebaikan kita dan juga untuk mempengaruhi dunia.


Renungan

Pikirkan kembali pencobaan yang Anda hadapi. Apa Anda berpikir itu adalah ujian untuk mengembangkan karakter Anda, konsekuensi dari sebuah pilihan, atau peperangan rohani?

Tuliskan pendapat Anda.


https://my.bible.com/

Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…