Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Hari ke 65 pasca Munas XII

"Maraknya Ibadah On Line Berpotensi Menggeser Minat Jemaat Terhadap Gereja dan Pengkhotbah Lain (2)"

"tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi....," Mazmur 19:4

4. Mazmur 19 menegaskan ciptaan Tuhan dan alam semesta ini memuliakan Tuhan. Karenanya, manusia sebagai ciptaan Tuhan dipanggil untuk menceritakan karya-karya kemuliaan Allah di sepanjang masa. Di zaman now ini, segala sarana dapat dipakai untuk menceritakan karya-karya kemuliaan Allah hingga keujung-ujung bumi, tanpa harus berada di ujung bumi. Teknologi komunikasi dan radio pemancar modern seperti internet memungkinkan mengirim berita ke penjuru dunia hanya dalam hitungan detik saja. Karena itu, ketika pandemi covid19 menyebar tak terbendung, gedung gereja dan ibadah dihentikan sementara, teknologi komunikasi vitual (dunia maya), dengan plus minusnya, menjadi pilihan yang baik untuk komunikasi.

5. Pada sisi lain, makna gereja selalu diartikan sebagai "persekutuan yang kudus dan am", yang telah terwujud berabad-abad dalam bentuk "perhimpunan umat" atau "kawanan domba Allah". Kini, dalam konteks pandemi covid19, bentuk ibadah beralih kepada ibadah on line. Sekali lagi, gereja-gereja yang telah lebih dulu bergerak ke bidang digitalisasi tidak mengalami kesulitan. Ibadah mingguan, harian, pembinaan dan sebagainya berlangsung hampir sepanjang minggu. Tetapi bagi gereja-gereja konservatif/tradisional yang belum "memutuskan atas dasar alasan teologis", mau tak mau beralih ke sistem live streaming atau rekaman. Akibatnya, dunia media sosial semarak dengan berbagai ibadah on line dan pengkhotbah yang sangat beragam. Hal ini bukan saja membuka potensi jemaat tinggal "klik" mana yang dianggap paling mengena, itu yang diikuti, sekalipun itu bukan gereja dan pendeta di gerejanya. Beberapa diskusi kegerejaan telah memprediksi, usai pandemi covid19, situasi gereja: lebih kosong, makin penuh, marak dengan perpindahan anggota jemaat.

6. Setidaknya ibadah on line, tidak dapat mencakup keseluruhan tugas bergereja dan berjemaat, misalnya:
a. Pelayanan kedukaan dan pemakaman tetap membutuhkan kehadiran pendeta.
b. Ibadah hanya bersifat umum. Anak-anak Sekolah Minggu, remaja, pemuda, pasutri, lansia, kemungkinan terhenti (kecuali gereja-gereja yang telah lebih dulu gunakan teknologi digital)
c. Keluarga-keluarga yang tak tersentuh oleh jaringan internet, yang tidak memiliki perangkat yang dibutuhkan. Misalnya wilayah-wilayah pedalaman, desa-desa kecil, pegunungan, akan benar-benar terhenti. Masalah muncul, tidak semua keluarga dapat membangun ibadah keluarga.

Kiranya Kristus mengasihani gerejaNya.

Salam Injili



Ronny Mandang

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…