Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Soe, terangindonesia.id - Kisah ini berawal pada bulan Juli 1965 pengkhotbah dari Institut Injil Indonesia bernama Detmar Scheunemann datang bersama rombongan datang ke Soe.

Dalam pelayanan dinubuatkan bahwa dari Soe akan lahir Penginjil-penginjil yang akan diutus TUHAN ke berbagai daerah pedalaman di Pulau Timor.


Kebangunan rohani besar terjadi di kota kecil bernama Soe, berjarak sekitar 110 km arah timur dari kota Kupang, yang merupakan ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kota yang disebut The Freezing City atau Kota Membeku, karena cuaca di kota ini jauh lebih dingin dibandingkan kota lainnya di Pulau Timor.


Pada 26 September 1965, Rombongan bersama 200 orang mengadakan ibadah doa di sebuah gereja Presbyterian. Ditengah ibadah doa tiba-tiba terdengar suara angin kencang.

Atmosfir doa berubah para jemaat ada yang mulai ketakutan dan khawatir, suasana menjadikan semua yang ada dalam gereja terus berdoa.

Gereja Maranatha sebagai gereja Presbyterian, diketahui bahwa doa-doa yang akan dipanjatkan telah tertulis dan dibacakan secara berurutan. Jemaat berdoa secara bergiliran secara teratur.

Akan tetapi malam itu, ketika angin kencang itu terus bergumuruh, para jemaat secara serempak berdoa. Dan luar biasa berdoa tanpa teks, berdoa secara spontan keluar dari hati yang paling dalam.

Angin bergumuruh dan berhembus semakin kencang. Ibadah doa terus berlanjut, tanpa komando muncul cara baru menyembah Tuhan. Jemaat mengangkat tangan, memuji dan mengucap syukur.

Beberapa jemaat memuji Tuhan dengan bahasa-bahasa yang baru (red - Glossolalia dan Xenolalia), beberapa jemaat berbicara dalam bahasa Perancis, Jerman, Inggris dan Ibrani.

Suara yang bergemuruh dengan angin kencang terdengar juga diluar gereja saat ibadah doa berlangsung. Masyarakat umum datang berduyun-duyun menyaksikan seperti ada api yang membakar seakan menjilat gereja.

Ternyata api itu tidak membakar dan menghanguskan gereja. Dengan perasaan takjub, semua orang yang hadir percaya bahwa kejadian ini adalah pekerjaan TUHAN Sang pencipta langit dan bumi.

Peristiwa malam tersebut merupakan awal terjadinya kebangunan rohani besar yang melanda hampir seluruh pulau Timor.
Lawatan TUHAN di Gereja Maranatha membangkitkan ratusan penginjil keluar dari Soe dan pergi mengabarkan injil ke daerah-daerah terpencil seperti Rote, Sabu, Alor, Flores, Sumba, Sawu, Timor Timur, Kalimantan dan keperbagai daerah lainnya.


Serangkaian mujizat terjadi yang mengikuti perjalanan penginjilan

Anugerah TUHAN untuk Pulau Timor terjadi, banyak orang yang menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Banyak yang meninggalkan perdukunan dan menanggalkan jimat-jimat serta beramai-ramai mengumpulkan jimat untuk dibakar.

Ada banyak Jemaat mendapatkan berbagai karunia-karunia rohani dalam bentuk mimpi, penglihatan, dan pewahyuan. Bersamaan dengan peristiwa pencurahan Roh Kudus di Gereja Maranatha, ada beberapa mujizat lain yang mengikuti seperti:


Air berubah jadi anggur

Hari bersejarah terjadi seputar peristiwa G 30 S PKI. kejadian ajaib benar-benar terjadi yakni air berubah menjadi anggur di Soe di kampung Aman saat akan diadakan Perjamuan Kudus di gereja.

“Awal terjadinya mujizat air menjadi anggur karena pada waktu itu masyarakat datang untuk mengikuti perjamuan kudus tetapi pada saat itu belum ada anggur di kota Soe.

Para pemimpin rohani pun hancur hati dan dan bersatu hati berdoa kepada Tuhan Yesus untuk meminta mujizat dan kebangunan rohani agar umat Tuhan di Soe dipulihkan Tuhan.

“Suatu hari para pemimpin rohani mendengar suara Tuhan untuk menyiapkan tempat air yang diisi air dan ditutupi kain putih, mereka pun berdoa setelah beberapa hari mereka kembali mendengar suara Tuhan untuk membuka kain putih tersebut dan mujizat pun terjadi.

Air yang telah mereka isi dan doakan menjadi anggur dan dipergunakan untuk perjamuan kudus. Kesaksian ini pun terdengar di seluruh kota Soe, Kupang, luar pulau bahkan sampai ke bangsa-bangsa. Dengan adanya mujizat air menjadi anggur pertobatan dan kebangunan rohani pun terjadi atas masyarakat Soe”.

Sampai hari ini SITUS AIR BERUBAH JADI ANGGUR tetap terpelihara dan dikelola dengan baik oleh warga kampung dan menjadi Situs yang banyak dikunjungi Jemaat.

bisa dicari di Google Mapp https://goo.gl/maps/Ht9VSE3L3oqLbcWQ8

Mukjizat masih terus berlangsung dan peristiwa luar biasa ini masih tersimpan dengan baik dalam wadah yang berisi anggur dari mata air dari Kampung Aman Soe.

Anggur dari Situs masih disimpan di rumah Bp Simon Neolaka, di kampung Aman Soe, Kabupaten TTS – NTT dan tidak habis habis walaupun dibagi-bagikan kepada jemaat. Mukjizat terus menerus terjadi. (menurut keluarga wadah tidak pernah ditambahkan apapun)

Peristiwa yang mengingatkan kita akan lawatan TUHAN kepada Bangsa Indonesia dan tentunya kita terus menjaga api Injil tetap berkobar dan bernyala-nyala.

Sumber: Bp.Marthen Neolaka, Bp Cornelis Neolaka Desa Aman Soe, Kupang./ Antonius Natan.

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…