Friday, 18 June 2021
Share To:
feature-top

Hari ke-199 pasca Munas XII
5/10/2020


KITA ADALAH SURAT KRISTUS


"Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia." 2 Korintus 3:3

Surat pada lazimnya ditulis oleh satu orang atau beberapa orang atau suatu lembaga dan ditujukan kepada orang lain, beberapa orang atau lembaga. Isi surat bermacam-macam tergantung dari apa yang ditulis oleh si penulisnya, namun pada dasarnya selalu memiliki suatu pesan dan tujuan.

Pada zaman sekarang peran surat tidak berubah sekalipun manusia sudah menggunakan berbagai media sosial yang diartikan sama dengan surat, antara lain surat elektronik.

Rasul Paulus menegaskan kepada jemaat di Korintus bahwa mereka adalah surat Kristus yang ditulis oleh pelayanan Paulus.

Tidak ditulis dengan tinta tetapi dengan Roh Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu melainkan pada loh-loh daging, yakni di dalam hati manusia. Ya, surat itu tetulis di dalam hati kita dan tidak terhapuskan.

Kita adalah surat Kristus yang terbuka, dan dapat dibaca segala lapisan masyarakat yang majemuk. Sebagai surat dari Kristus, maka isi pesannya berasal dari Kristus bukan dari kita, karenanya surat itu bisa dibaca oleh siapapun dan dari bahasa apapun.

Dengan kata lain, kita adalah surat Kristus, suratnya Tuhan Yesus Kristus, yang ke manapun kita berada, apapun yang kita lakukan, orang-orang sekeliling kita akan membaca dan tahu kita adalah surat Kristus.

Dengan demikian, gerak-gerik harus merupakan kebenaran yang sesuai dengan pesan Kristus di dalam surat-Nya. Sebagai surat Kristus yang terbuka, orang-orang disekeliling kita akan mengenal Penulis-Nya, dan menerima isi pesan-Nya, lalu melalui kehidupan kita, kehidupan semua orang percaya, Tuhan Yesus akan disembah dimuliakan.

Sebaliknya, jika gerak-gerik kita, perilaku kita, tidak sesuai dengan isi pesan surat dari Kristus, maka kita tidak menjadi sarana yang mempermuliakan Tuhan, tetapi mempermalukan Tuhan.

Nah, mari jadi surat Kristus yang mempermuliakan Kristus, dan banyak orang belum mengenal dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat akan datang dan bersujud kepada-Nya.

Mari jangan tutupi surat Kristus dengan gaya hidup yang tidak sesuai Injil.


Salam Injili


Ronny Mandang
Ketua Umum PGLII

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…