Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Hari ke 71 pasca Munas XII


"Ketika gedung gereja kembali dibuka, mari beribadah kepada Allah dengan sikap hormat dan benar"

"Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu , di bait-Mu yang kudus." Mazmur 65: 5

Hakikat ibadah adalah "berjumpa dan berbakti kepada Allah", hal itu merupakan kebahagiaan karena Allah membuat setiap orang kenyang dengan segala yang baik. Beribadah itu mahal nilainya, cermati gereja-gereja bawah tanah di China, sekalipun dibayangi ancaman akan ditangkap, namun tetap setia beribadah karena membutuhkan Kristus.

Karena itu, ketika ibadah dimulai lagi di gedung gereja, tinggalkan hal-hal yang buruk seperti: ibadah yang berpindah-pindah gereja, hal itu tidak membawa seseorang bertumbuh dalam iman; selalu sibuk dengan handphone saat khotbah; hanya lihat-lihat salah orang; bergosip; merendahkan pelayan Tuhan; hanya menyenangkan diri sendiri; tidak disiplin; memilih-milih siapa hamba Tuhan dan gereja yang disukai dan lain sebagainya. Jika Presiden memanggil untuk datang menghadap kepadanya betapa bangganya, terlebih lagi Allah yang memanggil dan menyuruh mendekat, itu adalah kenikmatan dalam kehidupan.

Sebab itu seseorang yang beribadah akan menyadari:
1. Ibadah hanya fokus kepada Kristus sebagai pusat ibadah bukan manusia, dan menikmati perjumpaan dengan Kristus, berbahagia serta kenyang dengan segala yang baik dari Allah.
2. Datang beribadah, dengan motivasi yang kudus, hati yang bersih, mulut yang hanya memuliakan Kristus. Tidak perlu pamer busana, pamer perhiasan, pamer jabatan, pamer pengalaman.
3. Datang sebelum ibadah dimulai, dan pulang setelah ibadah selesai, sebagai bagian dari sikap menghormati Allah. Allah yang menyuruh seseorang mendekat kepadaNya untuk diberkati dengan berkat sorgawi.
4. Beribadah dengan sikap penuh hormat dan pengagungan kepada Kristus. Betapapun gedung gereja sederhana, tidak mewah, hadirat Allah nyata di situ.
5. Seluruh Pelayan melayani sebagai utusan dan kepanjangan tangan Allah, yang menyatakan kehadiran dan kehendak Kristus bagi jemaat.
6. Berkhotbah itu menyampaikan kebenaran firman Allah. Yang dibutuhkan Jemaat khotbah yang sesuai Alkitab, sekalipun tidak mengenakan telinga.
7. Beribadah, berdoa, bernyanyi adalah hal yang tak terpisahkan, untuk menyatakan diri apa adanya di hadapan Kristus.
8. Gereja adalah rumah kedua, untuk mengalami proses pertumbuhan iman, membentuk diri sebagai murid, dan swlalu siap melaksanakan Amanat Agung.
9. Gereja yang hidup itu karena diwujudkan sesuai firman Allah, mempersilah Allah yang berdaulat hadir dan memberkati, melegakan, melepaskan, menyembuhkan dan membebaskan jemaat dari segala sifat-sifat keduniawian, kedagingan dan kuasa roh jahat.
10. Beribadah di gereja sesungguhnya melatih diri semakin serupa dengan Kristus, berjaga-jaga, dan siap menyongsong kedatangan Kristus Kedua Kali.

Salam Injili



Ronny Mandang

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…