Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Kearifan Lokal Bagi Harmoni Kebangsaan, Mampu Menepis SARA.


Jakarta, terangindonesia.id - “Kearifan lokal merupakan asset dan modal bangsa untuk memperteguh ikatan sosial di antara anak bangsa, warga masyarakat dan warga negara untuk menjaga kerukunan antar umat beragama".

Kepelbagaian agama yang hadir ditengah bangsa Indonesia haruslah menjadi penyejuk dan membawa kedamaian. kepelbagaian suku-suku dan bangsa bangsa yang sangat majemuk justru mencerminan kekayaan budaya bangsa.

Kearifan lokal menjadi unik karena terjadinya multikulturisasi sejak ratusan tahun silam, Nusantara awalnya ada saja berpenduduk yang animisme, kemudian masuk budaya dan agama Hindu serta Budha sejalan dengan berkembangnya kerajaan kerajaan masa lampau yang berjaya dengan membawa agama dan kepercayaan menjadi bagian kehidupan Nusantara.

Masuknya Perdagangan rempah-rempah sekaligus masuknya para misionaris membawa angin baru diberbagai wilayah Indonesia bersamaan dengan itu masuklah Islam di Nusantara oleh para pedagang yang berasal dari Arab, dan pasukan tentara Tiongkok yang juga membawa ajaran agam Islam, kemudian munculnya para Wali sehingga kita melihat penyebaran agama Islam, katolik dan Kristen diberbagai kota dan desa.

Percampuran kebudayaan dan agama inilah yang mewarnai kearifan lokal dari berbagai wilayah di Republik ini, seyogyanya mampu menepis faham radikalis, intoleransi dan merusak SARA.

Kearifan lokal yang sarat dengan nilai-nilai kebersamaan, toleransi dan gotong royong perlu disosialisasikan kepada generasi penerus bangsa melalui pendidikan formal maupun informal, baik di dalam ataupun di luar lingkungan keluarga dan lingkungan
pendidikan.

Setiap bangsa mempunyai sistem nilai tersendiri. sistim yang unik dan berbeda dari negara lain, Sistem nilai itu bersumber dari budaya, nilai religi, kearifan lokal, susastra, maupun ilmu pengetahuan.

Bagi bangsa Indonesia sistem nilai kita bersumber dari nilai-nilai Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan sesanti Bhinneka Tunggal Ika.



Dalam pembangunan nilai dan jati diri bangsa memerlukan adanya reformulasi nilai sejalan dengan berkembanganya teknologi, reformulasi nilai toleransi kehidupan bermasyarakat bercermin dari nilai global yang dianut di muka bumi, reformulasi nilai toleransi kehidupan beragama, penguatan budaya dan kearifan lokal dan penguatan peraturan perundangan mengarahkan setiap umat manusia saling menghormati, menghargai perbedaan.

Setiap kita harus berperan dan berfungsi sebagai jembatan generasi yang merawat Pancasila dan menjaga kehormonisan bangsa. peranan dan fungsi diteruskan kepada keluarga dan komunitas.

Dari sejak dini anak anak diajarkan mencintai tanah air Indonesia, budaya Indonesia, agama dengan nuansa nusantara.

Apabila banyak komunitas agama melakukan gerakan yang sama maka terciptalah negara yang damai dan membawa atmosfir harmonis, damai dan sejahtera sehingga semua anak bangsa turut serta dalam pembangunan negeri.

kita menjadi negara besar yang bermartabat.


Antonius Natan
Sekretaris PGLII DKI Jakarta
Dosen STT LETS - Lighthouse Equipping Theological School

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…