Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Hari ke 109 pasca Munas XII


"Jangan biarkan Ilah Zaman ini membutakan pikiran kita"

"yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah." 2 Korintus 4:4

Seseorang yang menolak Injil berpotensi binasa (bdk. ay 3). Ilah artinya "yang disembah", ilah zaman ini adalah "tuhan zaman ini", yang disembah banyak orang. Spiritualitas dunia ini, dengan segala keintiman serta kenikmatan palsu justru kerap digandrungi masyarakat sekuler dan mungkin orang yang mengaku percaya Yesus.

Bisa saja "ilah zaman ini" dari zaman ke zaman terus berubah namun tetap saja dicintai dan dikejar-kejar banyak orang. Siapa yang dibutakan ilah zaman ini, ia tidak melihat cahaya Injil yang adalah kemuliaan Kristus. Covid19 bukan ilah zaman ini, mungkin bisa disebut "monster zaman ini" kebalikan dari ilah zaman ini, bedanya yang satu dicintai, yang satunya lagi ditakuti.

Keduanya, tidak boleh menguasai kita, karenanya berseru, percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan, Juruselamat dan Penolong akan membawa kehidupan kita diliputi cahaya Injil Yesus Kristus, yang adalah gambaran Allah. Maukah kita dicahayai Allah yang Mahakuasa? Salam Injili




Ronny Mandang

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…