Friday, 18 June 2021
Share To:
feature-top

Hari ke-193 pasca Munas XII
29/9/2020


INJIL BUKAN UNTUK KALANGAN SENDIRI



"Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya." Matius 24:14


Ucapan Tuhan Yesus sangat jelas, bahwa Injil harus diberitakan ke seluruh dunia, kepada seluruh bangsa dan seluruh suku, barulah tiba kesudahannya.

Maka kita memahami bahwa Injil dan pekabaran Injil bukan untuk kalangan sendiri.

Ketika Yesus merekrut para murid dan mengutus memberitakan Injil, itu tidak diartikan beritakan Injil hanya dari Yohanes kepada Andreas, dari Yakobus kepada Petrus, dari Tomas kepada Alfeus, dari Tadeus kepada Simon, dari Matius kepada Yakobus, yakni hanya di kalangan sendiri.

Kelak setelah Yesus mati, bangkit dan terangkat ke sorga, dan di hari Pentakosta, para murid yang dipenuhi Roh Kudus terus bergerak keluar beritakan Injil kepada bangsa-bangsa yang lain.

Dalam konteks zaman kini, beritakan Injil bukan dilakukan kepada kalangan sendiri, gereja Evangelikal bukan kepada gereja Ekumenikal, gereja Pentakosta kepada gereja Baptis, Gereja Bala Keselamatan Ortodoks, Gereja Kristen kepada gereja Katolik dan seterusnya.

Bahwa kelak beritakan Injil dilakulan kepada Kristen yang hanya dikulit, artinya kepada mereka yang mengaku Kristen tetapi masih mabuk, berjudi, cabul, sihir, tenung, ke dukun, Kristen duniawi dan lain-lain, tetapi itu bukan tujuan utama.

Gereja harus membawa Injil bergerak ke luar, kepada siapapun yang belum mendengar Injil dan belum diselamatkan. Karena pada hakikatnya keselamatan bukan hak monopoli untuk diri sendiri saja.

Kenapa Injil, oleh banyak gereja dan pemimpinnya, tidak lagi diberitakan?

Bukankah fenomena penginjilan sudah kini sudah selesai jadi buat apa lagi harus beritakan Injil?

Terutama, dengan adanya toleransi beragama, dan melalui peraturan-peraturan yang berlaku mengatur umat beragama harus saling menghormati, maka hal itu telah menciptakan situasi tidak perlu lagi beritakan Injil kepada agama yang berbeda.

Celakanya, jika penginjilan keluar bukan saja dianggap telah selesai, tetapi juga pengertian penginjilan tidak lagi dianggap sebagai proklamasi Yesus Kristus itu Tuhan, berita pertobatan tanpa Yesus binasa, tetapi telah diartikan bagi-bagi supermie atau bagi-bagi apapun!

Tetapi, ketika muncul perlawanan kepada bagi-bagi supermie adalah suatu upaya kristenisasi, pada akhirnya banyak pemimpin gereja berkeputusan Injil memang hanya untuk kalangan sendiri sekalipun tahu sikap seperti itu mengkhianati Amanat Agung.

Beritakan Injil janganlah hanya dikhotbahkan di mimbar, dinyanyikan di dalam gereja, diseminarkan di ruang tertutup.


Salam Injili


Ronny Mandang
Ketua Umum PGLII

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…