Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

ISU KOMUNISME MENJADI INSTRUMEN POLITIK


Isu-isu PKI atau komunisme menjadi instrumen politik yang masih efektif di Indonesia. kini ada kelompok baru membentuk diri seakan "oposan" yang bersuara untuk memutar film G 30 S PKI diberbagai kota di Indonesia.

Sesungguhnya PKI dengan komunisme sudah mati. Hanya 'orang gila' yang percaya komunisme masih hidup di Indonesia. Disadari Tiongkok yang komunis telah menjadi negara kapitalis liberal, demikian juga Rusia dengan negara pecahannya telah merubah model pemerintahannya.

Secara akademis, peristiwa G 30 S PKI & Komunisme merupakan pelajaran buruk. Dengan pemutaran Film G 30 S PKI setiap tahun pada bulan September maka isu PKI kembali terekspose. Kisah yang membuka luka lama, trauma masa lalu belum hilang dari ingatan bagi keluarga yang terkait langsung dengan peristiwa ini. Peristiwa yang membawa kengerian, ketakutan seperti momok yang mengikuti.

Menjadi menarik tatkala isu isu PKI dan komunis seperti barang dagangan oleh Kaum Radikal dengan jubah agama di dengungkan terus menerus. Momok komunis disematkan kepada partai nasionalis maupun kepada presiden atau orang perorang yang menentang kelompok radikal ini.

Disimpulkan isu komunisme ini adalah cara kelompok radikalis membangun narasi kebencian dan intoleransi serta membentuk opini publik bahwa yang tidak mendengarkan kaum radikal adalah komunis yang harus dibasmi. kita kenal dengan labelisasi komunis.

Semua daya upaya digunakan agar masyarakat umum terpikat dan menjadi pejuang agama bersama kaum radikal. Menjadi suatu kenyataan bahwa Isu-isu PKI atau komunisme menjadi instrumen politik yang masih efektif di Indonesia.

Maka saat ini sebagai anak bangsa yang mencintai tanah air, kita perlu memutuskan untuk menjadi pejuang agar karakter bangsa yang santun dan harmonis tetap dipertahankan, sama seperti mempertahankan ideologi Pancasila. Membangun karakter bangsa dengan budaya nusantara. menghapuskan momok menakutkan tersebut, mengganti labelisasi komunis, memutus narasi kebencian dan intoleran. bahwa komunisme adalah masa lalu yang usang.

Mari kita bersama menjadi jembatan bagi kaum marjinal. Bersahabat dengan tetangga, peduli dengan lingkungan. Membangun toleransi bersama akar rumput. Bersama membangun bangsa, menghidupkan ekonomi dan mencerdaskan anak bangsa.

Tokon Lintas Agama terus bergerak, selaku pemimpin informal di tengah-tengah masyarakat sepatutnya menyuarakan kebenaran dan kebaikan, Indonesia sebagai negara yang memiliki Sila Ketuhanan Yang Maha Esa tentu mengingatkan kita untuk selalu berdoa mendatangkan kebaikan bagi bangsa dan negara Indonesia tercinta.


Antonius Natan
Dosen STT LETS - Lighthouse Equipping Theological School
 

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…