Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Medan, terangindonesia.id – Munas PGLII ke XII di Medan telah memasuki masa bersidang dan Ketua Umum PGLII Pdt. Dr. Ronny Mandang M.Th, baru saja menyelesaikan pembacaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan boleh dikatakan seluruh peserta dapat menerima secara aklamasi. Namun ada beberapa catatan yang masih perlu digaris-bawahi agar dapat diperbaiki dan memuluskan pencapaian program kerja PGLII oleh Ketua Umum Terpilih nantinya.

Hasudungan Manurung, SH. MH, salah satu peserta  yang mewakili lembaga profesi PPHKI (Perhimpunan Profesional Hukum Kristen Indonesia) menilai bahwa  LPJ yang telah disampaikan merupakan usaha terbaik yang sudah dilakukan oleh Pengurus Pusat  PGLII,  “Apa yang sudah disampaikan tadi harus kita sebut sebagai upaya terbaik Pengurus Pusat PGLII sehingga kepengurusan dibawah Pdt. Dr. Ronny Mandang M.Th, secara hukum telah tuntas menjalankan fungsinya.”

Tak dipungkiri masih ada catatan kekurangan yang perlu diperbaiki, “Secara spesifik saya tekankan bahwa Munas ke XII ini cukup OK, dan kepengurusan secara organisasi telah berjalan secara lengkap dan tuntas” tegas Hasudungan. Selepas  LPJ, dalam sesi Pandangan Umum, lanjut Hasudungan, “Menurut pendapat saya perlu ditindaklanjuti dalam pandangan umum dari anggota Munas yang mewakili generasi muda. Pengurus Baru nanti saya berharap menerima masukan sebagai respon bahwa Munas ke XII mengakomodir pendapat dan usulan generasi muda. Dikatakan tadi, perlu adanya Garis Besar Program Kerja PGLII. Dengan adanya Garis Besar Program Kerja, akan memudahkan Pengurus Pusat PGLII untuk fokus terhadap visi dan misi PGLII untuk kepentingan internal dan eksternal.”

Dengan demikian, lanjut Hasudungan, proyeksi dan target kerja Pengurus Pusat PGLII akan terkoneksi dengan Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah yang selama ini terkesan berjalan sendiri-sendiri. “Biar api Injil terus menyala, berkesinambungan dan terkoneksi menuju goal yang sama.” 
Beberapa hal yang juga menjadi perhatian Hasudungan Manurung SH, MH. adalah perlunya parameter kerja yang akan memantau dan mengawasi profesionalitas dan integritas secara personal dan program. “Kalau parameternya jelas, kita akan dengan mudah dan obyektif menilai kinerja kepengurusan di setiap akhir periode.

“Tinggal bagaimana sekarang, setelah Pengurus Baru dilantik membahas  PGLII mengantisipasi situasi dan kondisi kedepan. “Bagaimana di era  4.0 perlu mengoptimalkan dan memadukan informasi dan teknologi digitalisasi dan pendayagunaan media sosial. Konsekuensinya peran generasi muda dan pemikir-pemikir milenial dilibatkan di PGLII.  Kalau ini bisa terealisasi, dengan sendirinya kaderisasi dan ketersediaan generasi penerus terlengkapi dalam kepengurusan PGLII. “

“Artinya, perlu generasi muda yang lebih mengerti perkembangan zaman, generasi muda yang memiliki integritas dan tetap berpegang pada nilai-nilai Injili, namun dengan lebih inovatif, kreatif dan konstruktif dalam memenuhi visi misi PGLII bersekutu dan memberitakan injil.” Tuntas Hasudungan Manurung yang juga adalah Sekjen PPHKI. [Aurora Dea]

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…