Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Fake News sudah ada sejak Tempo Doeloe?


Amerika membuat heboh masyarakat Indonesia dengan diumumkan bahwa sejumlah dokumen kabel diplomatik Amerika soal tragedi 1965 kembali dibuka ke publik oleh tiga lembaga Amerika, dokumen yang menguak sejumlah surat dari dan ke Amerika Serikat terkait pembunuhan massal pasca 1965.

Dokumen yang dibuka adalah 39 dokumen setebal 30.000 halaman yang merupakan catatan Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia sejak 1964 hingga 1968. Isinya antara lain seputar ketegangan antara militer dengan PKI, termasuk efek selanjutnya berupa pembantaian massal

Fakta yang tersaji dalam dokumen diplomatik Amerika ini membantah narasi tunggal bahwa korban pembantaian tragedi 1965 adalah komunis atau mereka yang memang terkait pembunuhan para jenderal dan upaya pengambil alihan kekuasaan pada 30 September 1965. sebagaimana yang dilansir oleh BBC Indonesia

Tragedi 50 tahun lalu tentunya masih membekas bagi keluarga korban, yang langsung merasakan akibat baik sebagai anggota PKI yang diberantas, atau sebaliknya membekas juga dengan keluarga para aparat keamanan, yang menjadi korban situasi, Ada lagi pihak yang merasakan sakit hati yang luar biasa, karena sebagai keluarga korban yang memang tidak tahu apa apa, tetapi karena difitnah sehingga menjadi korban yang dipenjara atau terbunuh.

Terjadinya peristiwa pembunuhan para Jenderal di Lubang Buaya adalah fakta sejarah yang patut dihormati. Tetapi diluar kebenaran tersebut ada banyak hal yang perlu dipertanyakan. Peristiwa yang bernuansa politik sebagai momen perebutan kekuasaan dari orde lama kepada orde baru.

Dengan dibukanya document unclassified tahun 1965 oleh Amerika bisa dipahami bahwa berita kejadian yang sesungguhnya dan yang diberitakan kepada publik berbeda. Apakah fake news sudah ada sejak Tempo Doeloe?

Terlepas dari sejarah yang berkembang, komunisme dan marxisme telah bertukar baju dan lebih bergaya kapitalis seperti Tiongkok dan Rusia, jadi sistem komunis sosialisme yang bagaimana yang ditakuti sebagai momok?

Bahwa sistim komunis sosialis dinyatakan sebagai paham yang tidak bertuhan juga adalah suatu kebohongan, sejarah mencatat bahwa Tokoh Sarekat Islam mendirikan Partai Komunis yang dikenal dengan PSI Merah, demikian juga saat ini faktanya beberapa negara di Timur Tengah seperti Partai Baath yang di Suriah maupun Irak menganut Sosialisme Arab.

Sistem sosialis yang erat dengan paham gotong royong sesungguhnya adalah paham yang bisa dibilang baik dan dekat dengan budaya bangsa Indonesia. berita-berita bohong dan berulang-ulanglah yang menjadikan paham komunis sebagai paham yang mengerikan dan diharamkan.

Saat ini Kepentingan politik praktis mengangkat masalah komunis sebagai bahaya laten dan momok mengerikan, yang dihembuskan oleh kelompok radikal yang berbasis agama dan tentu saja membingungkan masyarakat awam yang tidak paham politik.

Menjadi tugas kita sebagai anak bangsa untuk mencerdaskan generasi muda untuk berdamai dengan sejarah. sebaiknya kita lakukan rekonsiliasi dan konsolidasi. memperkuat sendi sendi bangsa dan menolak unsur isme-isme dari negara dan budaya lain.

Wawasan Nusantara dengan filosofi Pancasila merupakan tameng untuk melawan kekerasan PKI, yang berasal dari Kaum radikal bertopeng agama. Perlu disadari benturan sesama agama bisa saja terjadi, penyusupan dan ganti baju kaum radikal dengan cerdik dan culas mencederai kedamaian dan kesejahteraan.

Target utama yang anti Negara Kesatuan Republik Indonesia, anti Pancasila, anti Bhinneka Tunggal Ika, Anti UUD 1945 adalah membuat kehebohan, keonaran dan kerusuhan, ketakutan serta kekhawatiran, dan ujungnya menjadikan penduduk negeri tidak percaya kepada pemerintahan yang sah.

Jelas tujuannya merusak sendi berbangsa dan bernegara Indonesia. Apakah sebagai anak bangsa Indonesia yang mencintai negeri ini, hanya diam saja? keputusan ada ditangan Anda!


Pro Ecclesia Et Patria


Antonius Natan
Dosen STT LETS - Lighthouse Equipping Theological School

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…