Friday, 18 June 2021
Share To:
feature-top

Alkitab mengatakan dalam Kolose 2: 6-7, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.” (TB). Alkitab sering menganalogikan kehidupan dengan sebuah perjalanan, karena anda tidak hanya duduk diam dalam hidup. Kita berada dalam sebuah perjalanan! Sepanjang Perjanjian Baru kita diberitahu untuk berjalan di dalam kebijaksanaan, cinta, dalam terang, dalam ketaatan, dan dalam Roh.

Tetapi salah satu cara utama yang Allah minta agar kita jalani adalah ini: anda tidak ditakdirkan untuk menjalani hidup sendirian. Ini tidak ada hubungannya apakah anda lajang atau menikah. Pernikahan tidak menyelesaikan masalah; komunitas melakukannya. Dan anda menemukan komunitas di dalam keluarga rohani anda, — Tubuh Kristus.


Beberapa dari anda mengatakan, “Apa salahnya dengan berjalan sendirian? Saya suka bangun sendirian. Bahkan, saya lebih suka itu. Saya bisa pergi dengan irama saya sendiri. Saya tidak harus menunggu siapa pun.”

Anda mungkin suka berjalan sendiri, tetapi anda perlu orang lain untuk berjalan bersama anda sepanjang hidup. Biarkan saya memberi anda tiga alasan.

1. Lebih aman. Apakah anda pernah berjalan melewati lorong gelap di malam hari atau menyusuri jalan yang panjang di pedesaan sendirian? Ini bisa sedikit menakutkan. Ini lebih aman bila berjalan melalui hidup bersama dengan orang lain.

2. Ini mendukung. Ada pepatah Zambia kuno yang mengatakan, “Ketika anda berlari sendiri, anda berlari cepat. Tetapi ketika anda berlari bersama, anda berlari jauh.” Hidup bukanlah lari 50 yard; ini adalah maraton! Satu-satunya cara anda menyelesaikan lomba dengan baik dan tidak lelah adalah dengan memiliki orang lain yang terlibat dalam hidup anda melalui hubungan yang bermakna.

3. Ini lebih pintar. Anda belajar lebih banyak saat berjalan bersama orang lain daripada anda sendiri. Amsal 28:26 mengatakan, “Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat.” Dengan kata lain, jika anda satu-satunya yang memikirkan sesuatu dan tidak ada seorang pun yang setuju dengan anda, anda mungkin berjalan ke arah yang salah. Ketika anda berjalan sendiriam melalui hidup, anda tidak memiliki siapa pun untuk dituju, “Kita keluar dari jalur. Kita harus kembali ke jalur dan pergi ke arah yang benar.”

Efesus 4:16 mengatakan, “Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” (TB).

Anda harus memiliki orang lain di dalam hidup anda untuk membantu anda bertumbuh menjadi orang yang Tuhan jadikan. Hidup adalah tentang hubungan. Tuhan adalah cinta, dan dia ingin anda belajar untuk mencintai Dia dan mencintai orang lain. Ini adalah dua pelajaran terbesar dalam hidup.


https://my.bible.com/

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…