Tuesday, 27 July 2021
Share To:
feature-top

Saat melewati masa-masa yang penuh tantangan dalam kehidupan, kita bisa bertumbuh melalui hal itu ataupun tidak. Dan tidak ada penghakiman jika Anda masih kecewa terhadap Tuhan saat masa-masa sulit menghampiri Anda. Kita semua pernah berada di sana. Tetapi, saat kita mencari Dia, kita akan menemukan-Nya. Satu cara di mana kita dapat mengatakan bahwa iman kita bertumbuh dewasa melalui pencobaan adalah ketika pertanyaan "mengapa" menjadi "bagaimana".

Bagaimana Engkau akan memakai ini dalam hidup saya?

Bagaimana Engkau akan mempengaruhi orang lain karena pencobaan ini?

Bagaimana Engkau akan membawa kebaikan melalui kehancuran ini?

Ada ungkapan populer yang beredar di kalangan Kristen, yaitu bahwa Allah tidak membuang apapun. Dan itu adalah kebenaran yang penuh harapan bagi kita. Entah kita terlempar ke dalam keadaan yang tidak kita inginkan, penuh tantangan ataukah pilihan kita yang menuntun kita ke sana, Allah akan menggunakan setiap bagian untuk menebus kehidupan kita, memberi dampak bagi orang lain, dan menerima kemuliaan. Mari kita bahas apa yang Tuhan lakukan dengan penderitaan kita.



Ia Mengubah Kita

Ketika kita menderita akibat cobaan berat yang sangat menyakiti kita, kebanyakan dari kita hanya ingin "mengatasinya." Tetapi agar kita bisa benar-benar mengatasinya, kita harus melewatinya. Kita harus terus maju melewati penderitaan, mengatasi apapun yang menghancurkan hati kita untuk melihat kesembuhan di sisi lainnya. Saat melewati badai dalam kehidupan, kita akan menjadi lebih kuat karenanya.


Ia Mengubah Orang Lain

Banyak dari kita telah mengatasi tantangan dalam kehidupan yang memberi kita pengalaman yang tak bisa diperoleh lewat pendidikan formal. Kita mungkin tidak memiliki gelar dari perguruan tinggi tapi kita berpengalaman dalam bidang penderitaan kita. Tuhan melihat ini dan menganggap kita bejana-Nya untuk membantu orang lain. Paulus menulis dalam 2 Korintus 1:3 bahwa Ia "menghibur kita agar kita dapat menghibur orang lain." Ia tidak membiarkan kita menghadapi kesulitan yang paling gelap hanya untuk mengatakan kita berhasil. Tidak, keinginan-Nya adalah agar kita mengambil penghiburan yang Ia berikan dan membagikannya kepada orang lain.

Roma 8:28 berkata bahwa "dalam segala" Tuhan bekerja untuk kebaikan. Bukan dalam sesuatu atau beberapa hal tapi dalam segala hal. Tuhan menanggung hal terburuk yang pernah terjadi-- Yesus mati di kayu salib--dan memakainya untuk kebaikan yang lebih besar--keselamatan seluruh umat manusia. Semakin besar penderitaan, semakin besar kesempatan agar penebusan Allah ditampilkan dengan indah. Dengan setiap kisah penebusan, Allah menerima kemuliaan atas cara-Nya mengubah tragedi dalam kehidupan kita menjadi kemenangan.

Di hari terakhir rencana ini, kita akan membahas mengapa masa-masa yang penuh tangantang berlangsung lebih lama dari yang kita inginkan. Dan dalam penantian, kita aka belajar bagaimana untuk lebih mempercayai Tuhan dan bertumbuh dalam iman kita.


Renungan

Apa pencobaan yang paling sulit yang pernah Anda alami? Bagaimana Anda menggunakan penderitaan Anda untuk mempengaruhi orang lain?


https://my.bible.com/
 

Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…