Sunday, 20 June 2021
Share To:
feature-top

Hari ke-16 pasca Munas XII

Berharga dan Berbahagia Orang yang Mati dalam Tuhan 


"Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya." Mazmur 116:15 ".... "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, ...." Wahyu 14:13

Pada waktu beberapa gereja di Surabaya diserang dengan bom bunuh diri, 13/5/2018, dan saat ibadah Paskah beberapa gereja di Sri Lanka juga mengalami hal yang sama, 21/4/2019, banyak korban berjatuhan di gereja, muncul banyak pertanyaan Mengapa banyak orang Kristen mati dalam gereja ?".
Tidak mudah menjawabnya, namun saya mencoba menjawab, Bukan bagaimana cara orang Kristen meninggal, tetapi bagaimana cara orang Kristen hidup, itu yang utama. Belakangan, di seluruh dunia dan Indonesia, juga di kalangan Kristen, Katolik, Gembala, Pendeta, Penatua, Majelis, Romo, Suster, Aktifis Gereja meninggal akibat Covid19.
Begitu juga Dokter, Perawat, Petugas Medis, Relawan, dan warga biasa meninggal. Lalu banyak orang mengajukan pertanyaan "mengapa bisa?" Prinsip yang dibangun adalah, Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk mati (bdk. Pengk 3:2). Jika waktu untuk meninggal sudah tiba, apakah karena penyakit, karena covid19, karena kecelakaan, karena lanjut usia, bagi saya tak soal, karena bukan apa penyebab kematiannya? Sebagai orang Kristen, yang saya percaya sesuai Alkitab, adalah bagaimana seseorang itu hidup?, dan siapa saja yang hidupnya di dalam Tuhan, saat ia meninggal maka ia disebut berharga dan berbahagia kematiannya.  Salam Injili


Ronny Mandang

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…