Friday, 18 June 2021
Share To:
feature-top

Seseorang yang mengakui beragama Kristen dan menjadi penganutnya yang baik dan setia, bukan sekedar tertulis Kristen dalam KTP, ternyata juga memiliki perbedaan pandangan terhadap status tersebut. Ternyata cukup banyak di antara orang Kristen yang masih terbelah dengan berbagai pengertian menurut aliran atau denominasi gereja tempat beribadahnya secara tetap. 
  
Salah satu perbedaan paradigma sebagai orang Kristen (karena perbedaan doktrin), adalah tentang proses yang harus dijalani untuk menjadi murid Kristus, disebut pemuridan. Telah cukup banyak dikupas dan dijelaskan tentang topik ini oleh berbagai aliran gereja di sepanjang jaman.


Penulis meyakini bahwa apa yang dipaparkan di dalam essay yang singkat ini, adalah sebagian kecil dari seluruh hasil pemikiran dari para akademisi dan juga pemimpin gereja yang tertarik dengan topik ini. Struktur essay dipaparkan dalam garis besar yang dimulai dengan pengertian kata murid, tahapan menjadi murid, ciri-ciri utama yang dimiliki seorang murid, kemudian ditutup dengan gambaran bagaimana kehidupan seorang murid Kristus yang mengalami proses perubahan.

Kesemua topik tersebut dikaji dalam konteks Alkitab sebagai sumber utamanya, dan beberapa konsep yang telah menjadi pemahaman umum di masyarakat -yang jika ditelusuri dengan cermat boleh jadi juga bersumber dari Alkitab- yang kemudian mengalami penyesuaian sesuai kebutuhan dan situasi kondisi yang spesifik.

Kiranya essay ini dapat mengantar dan menarik minat pembaca untuk melanjutkan eksplorasinya ke dalam bidang pemuridan Kristen yang begitu kaya dan tidak terbatas, dan akan memperluas wawasan dan meneguhkan iman percaya umat Tuhan sampai kepada kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.


Definisi Kata “Murid”

Di dalam Alkitab bahasa Indonesia (Terjemahan Baru) kata “murid” setelah ditelusuri baik di dalam kitab PL maupun PB, ditemukan beberapa pengertian dalam bahasa aslinya sebagai berikut :


Dari beberapa kutipan ayat firman di atas, maka kata “murid” dalam konteks kekristenan dan tradisi Yahudi memiliki makna :

1. Anggota/warga, yaitu  orang yang diajarkan, didisiplinkan atau dibiasakan (dengan sesuatu)
2. Murid, yaitu orang yang mempelajari (sesuatu)
3. Pengikut, yaitu orang yang mengikuti, mengiringi (seseorang)

Dengan demikian, siapa saja yang memiliki keinginan untuk menjadi penganut Kristen, maka dia perlu memiliki kesiapan hati untuk mengalami proses seorang murid Kristus  sesuai definisi di atas, yaitu sebagai anggota/warga Kerajaan Allah, sebagai  murid dan pengikut Kristus.


Tahapan menjadi murid

Pada saat seorang Kristen mulai melangkah memasuki masa yang disebut sebagai awal kedewasaan rohani, maka perlu diperkenalkan dengan program pemuridan murid Kristus untuk memberikan bimbingan dan tuntunan yang benar sepanjang hidupnya di dalam penyertaan Kristus yang hidup.

Program yang dimaksudkan adalah pencerminan perjalanan kehidupan rohaninya, yang dimulai dari pengenalan terhadap Allah Bapa melalui karya Kristus yang diberdayakan dengan Roh Kudus.  Berikut ini gambaran tingkat kedewasaan seorang murid dan proses-proses (peristiwa) yang menyertainya :  

1. Tingkat Pertama 
 
a. Mendengar ‘panggilan’    *)
b. Merespon anugerah keselamatan    *)
c. Mengikuti Kristus (komitmen/baptisan)    *)
d. Mempelajari firman dan visi Kerajaan Allah
e. Membangun iman percaya
f. Mempraktekkan melalui perilaku dan perbuatan
g. Memberi kesaksian pribadi (perubahan arah dan nilai kehidupan)
h. Memberitakan/proklamasi Injil
*)  a-b-c menggambarkan proses yang dilalui orang belum percaya

2. Tingkat  Kedua 
 
a. Mempersiapkan/merekrut orang percaya
b. Memberi pengajaran tentang Kerajaan Allah
c. Memperlengkapi orang percaya sesuai karunianya
d. Menempatkan orang percaya sesuai karunianya

Tingkat kedua dari kedewasaan rohani orang percaya ini, dalam beberapa literatur disebut sebagai Leader/pemimpin, karena dia telah melakukan proses reproduksi murid Kristus sesuai pola yang diajarkan dan diteladankan oleh Kristus.


Karakter seorang murid Kristus

Bagi orang percaya yang sudah dan sedang memasuki proses pemuridan, maka karakter-karakter yang sedang dikembangkan dalam hidupnya, di antaranya adalah :
 
- Hati dan pikiran yang terbuka
- Responsif
- Taat
- Disiplin
- Konsisten dan persisten
- Rajin (memperbesar kapasitas)

Selain kualitas karakter yang bersifat membangun kepasitas dan mentalitas yang positif, ciri spiritualitas lainnya juga semakin menguat, di antaranya adalah :
 
- Kegiatan doa pribadi dan korporat dalam persekutuan dengan orang seiman
- Keinginan tulus untuk melayani sesama
- Mencari dan mengutamakan kehendak Tuhan (melalui suara Roh Kudus)
- Berserah kepada kehendak Tuhan
- Perilaku hidupnya memancarkan buah Roh (kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri)
- Meneladani hidup dan karakter Kristus
- Mengorbankan dirinya (mematikan kepentingan ego) untuk mewujudkan misi Allah sebagai yang paling utama dalam hidupnya


Kehidupan Seorang Murid Kristus

Sebuah indikator yang menonjol dalam kehidupan seorang murid Kristus adalah apa yang disebut ‘Delta Perubahan’ (change delta), yaitu seberapa besar tingkat perubahan yang terjadi di dalam kehidupan orang Kristen dalam aspek tertentu, dalam kurun waktu tertentu dan dalam kadar/intensitas tertentu.

Aspek perubahan yang dimaksudkan meliputi : iman, jiwa (pikiran, perasaan, kehendak), dan perbuatan. Setiap murid Kristus seyogianya memiliki dan memonitor perubahan dalam hidupnya berdasarkan ketiga indikator tersebut, dan melakukan ‘pemeriksaan diri’ (self inspection) secara teratur dan dibimbing oleh pribadi atau sekelompok orang yang dapat dipercaya dan memiliki kualitas sebagai pembimbing spiritual.

Seorang Kristen dalam hidupnya dapat mengalami perubahan dalam kerohaniannya (iman) ke arah yang positif, baik yang sifatnya parsial (progresif), maupun yang drastis (revolusioner).  Kedua jenis perubahan tersebut dapat pula terjadi bergantian di dalam hidup seorang murid, karena setiap individu memiliki keunikan dalam pengalaman berjalan bersama Kristus.

Meskipun demikian, ada kalanya semua tampak berjalan lancar dan mulus (dan terjadi pertumbuhan iman yang pesat dalam kurun waktu tertentu), namun kemudian sekali waktu menemui hambatan berat dan menggoncang iman seolah sampai ke titik paling nadir (misal Ayub, Elia, Yunus, Salomo, Petrus, Paulus).

Sekalipun demikian, Kristus telah memberi contoh untuk bagaimana dapat melalui pencobaan yang dihadapi, dan memberikan konfirmasi bahwa semua pencobaan tidak akan melebihi kekuatan yang telah Allah berikan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.  

Aspek perubahan yang kedua adalah berkaitan dengan kejiwaan seseorang, dalam hal ini terdapat tiga elemen yang penting, yaitu pikiran, perasaan dan kehendak. Ketiga elemen ini saling mempengaruhi dan seolah tarik-menarik dalam menghadapi situasi tertentu.

Elemen yang telah mendapatkan penerangan Roh Kudus (mengalir melalui iman yang dimilikinya), akan dapat memberikan dampak terhadap elemen lainnya. Dari ketiga elemen tersebut, maka pikiran adalah sebuah ‘medan peperangan’ yang diperebutkan antara Kristus dengan iblis.

Setiap individu sepanjang hidupnya mengalami peperangan ini, sadar atau tidak disadarinya, orang percaya maupun orang belum percaya. Elemen kedua dan ketiga seringkali ada di bawah pengaruh pikiran, namun bagi individu tertentu elemen emosi atau kehendak dapat ‘terlepas’ dari pikiran (contoh : orang yang mengutamakan perasaan maka seringkali pikirannya ‘dibelakangkan’; orang yang punya rencana berbuat baik tapi dikalahkan oleh kehendak yang sekonyong-konyong timbul dan mengabaikan rencana awal tadi).

Aspek perubahan ketiga berkaitan dengan yang dapat dilihat mata yaitu perilaku dan perbuatannya, yang memiliki dampak kepada diri sendiri dan/atau orang lain di sekitarnya.

Yang termasuk ke dalam kategori perubahan ini, dapat dibedakan lagi menjadi dua, yaitu yang pertama motivasinya untuk mendapatkan perhatian/pembenaran/pujian/penghargaan dari orang di sekitarnya (contoh: orang yang bekerja sebagai karyawan, atau yang sedang melakukan bakti sosial, atau yang sedang berstatus sebagai sukarelawan di daerah bencana, dan sebagainya), atau yang kedua motivasinya mempraktekkan keyakinan yang dimilikinya (contoh: sebagai murid Kristus berperilaku dan berbuat baik karena itulah wujud dari karya Roh Kudus di dalam dirinya apapun jabatan yang sedang diembannya baik sebagai gembala sidang, pendeta, pengajar, pengusaha, pekerja, ibu rumah tangga, pelajar, dan lainnya).

Delta Perubahan adalah sesuatu yang harus dikerjakan dan diusahakan oleh setiap orang percaya, bukan sesuatu yang datang begitu saja untuk dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan benar. Di sinilah peran Roh Kudus diperlukan agar perubahan yang terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan sebagai wujud ketaatan seorang pengikut Kristus.


KESIMPULAN

Setiap orang Kristen perlu mengetahui tanggungjawab yang dimilikinya saat dia memutuskan menjadi seorang penganut agama Kristen, yaitu kesediaan dan pemahaman untuk menjadi seorang murid sepanjang hidupnya. Pengertian murid adalah orang yang menerima pengajaran, mengikuti teladan hidup Kristus, dan melakukan tanggungjawabnya sebagai warga Kerajaan Allah.

Tahapan dan tingkatan adalah proses pemuridan yang harus dilalui oleh setiap “orang percaya yang sudah mengalami kelahiran baru”, tidak bisa mengambil jalan pintas, apalagi menghindarinya karena itulah pola yang sudah dilakukan dan diajarkan Yesus Kristus.

Perintah ‘amanat agung’ (Mat 28:18-20) adalah pengutusan kepada setiap orang Kristen untuk melakukannya, sepanjang hidupnya, sesuai dengan kapasitas, kesempatan dan karunia yang diterimanya melalui Roh Kudus.

Perubahan adalah tanda utama yang terjadi dalam kehidupan orang Kristen yang benar-benar menjadi murid Kristus, yang dapat disaksikan melalui : imannya, keadaan jiwanya (pikiran, perasaan, kemauan), serta buah dari perilaku dan perbuatannya. Seberapa cepatnya, seberapa luasnya dan seberapa dalamnya perubahan yang berlangsung adalah bervariasi dan unik bagi setiap orang.

Hal tersebut merupakan hasil interaksi yang dinamis dengan Roh Kudus, dan merupakan sebuah perjalanan spiritual yang hanya dapat dipahami Tuhan dan yang bersangkutan, yang nantinya akan dipertanggungjawabkan di hadapan takhta Allah dalam kekekalan. 


Soli Deo Gloria.


Penulis  : Ir. Yesaya Yanto Sutrisno (mahasiswa magister teologi di Semarang)
Email  : yesaya.yanto@gmail.com


Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…