Friday, 18 June 2021
Share To:
feature-top

Aborsi Membawa Kutuk, Darah Tercurah Menuntut Keadilan



Terangindonesia.id - Apakah kita dunia semakin ‘menggila’? nurani semakin terhimpit, nafsu merajalela. Apakah manusia jaman pandemi semakin tidak bermoral atau inikah yang disebut dunia modern? Inikah yang disebut kebebasan manusia  dengan pergaulan bebas, seks bebas atau memilih melepas tanggung jawab dengan melakukan aborsi.

Berita tentang aborsi menghentak moralitas hidup masyarakat, tercatat sekitar 32 Ribu lebih Tindakan aborsi dilakukan seperti dilansir detik.com. Peristiwa yang terjadi dibilangan Jakarta Pusat.

Tindakan aborsi menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengguguran kandungan. Konteks pengguguran kandungan terjadi akibat hamil diluar pernikahan atau pasangan menikah tetapi tidak menginginkan anak dengan berbagai alasan seperti masalah kesehatan atau tekanan ekonomi dan lain-lain.

Indonesia memiliki tiga peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang aborsi yaitu: KUHP Bab XIX Pasal 346 s/d 350, Undang-Undang Kesehatan No. 23 Tahun 1992, dan yang terakhir PP No. 61 tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.

KUHP Pasal 346 s/d 350 sangat tegas menyatakan aborsi dilarang dengan ancaman pidana dapat dikenakan kepada wanita pelaku aborsi serta dokter, bidan, juru obat atau yang membantu.

Pada UU Kesehatan tahun 1992 membolehkan tindakan aborsi dalam keadaan darurat untuk menyelamatkan nyawa ibu. Jika dimungkinkan, perlu dipertimbangkan alasan medis lain yang juga kuat (janin dalam keadaan cacat berat atau foetal malformation).

PP tahun 2014 melegalkan aborsi dengan pertimbangan sosial yaitu pemerkosaan. Namun dengan syarat bahwa aborsi hanya dapat dilakukan dilakukan apabila usia kehamilan paling lama berusia 40 (empat puluh) hari dihitung sejak hari pertama haid terakhir.

Bakal Anak Dalam Janin adalah Pemberian Allah

Alikitab mencatat istilah bayi dalam kandungan dan bayi yang sudah dilahirkan adalah kata Brephos (bahasa Yunani). Istilah yang sama Seperti bayi dalam kandungan Elisabeth (Lukas 1:41-44) dan bayi yang sudah dilahirkan (Lukas 18:15-17). Ini berarti seorang bakal anak yang belum dilahirkan (embrio/ janin), maupun bayi yang baru lahir, tetap Brephos, seorang anak. Janin adalah bakal manusia yang hidup, bukan merupakan bagian dari tubuh seorang ibu.

Alkitab secara gamblang menjelaskan bahwa manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Hal ini tersurat dalam Kitab Kejadian 1:27. Dan juga TUHAN berfirman agar manusia ciptaan-Nya, beranak cucu serta memenuhi bumi (Kejadian 1:28). Dengan demikian jelaslah proses pembuahan anak dalam rahim merupakan salah satu bagian dari rancangan Allah.

Proses ini dilakukan dalam perkawinan yang mulia, tidak dilakukan secara hawa nafsu oleh yang tidak terikat dalam pernikahan yang sah.

Dan firman TUHAN mengatakan bahwa keturunan-keturunan manusia disebut keturunan ilahi! semua kehamilan atas kedaulatan-Nya. Terhadap kehidupan manusia dalam ikatan suami isteri yang membentuk keluarga.

Mazmur 139: 13-16 “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib, ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat tersembunyi, dan aku direkam dibagian bumi yang paling bawah;
Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis, hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.
”.


Galatia 1:15 “Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya.”


ALLAH Mengatakan "Jangan Membunuh"

ALLAH memberikan hukum kepada manusia yang tercatat dalam kitab Keluaran 20:13 berbunyi: “Jangan membunuh”, demikian jelas perintah ke-6 dari kesepuluh Perintah Allah, manusia tidak mempunyai hak untuk mencabut nyawa manusia. 

ALLAH juga memberikan ketetapan seperti hukuman bagi orang menciderai Ibu hamil, yang mempengaruhi bakal anak dalam kandungan sebagai berikut:

Keluaran 21: 22-25: “Apabila ada seorang berkelahi dan seorang dari mereka tertumbuk kepada seorang perempuan yang sedang mengandung, sehingga keguguran kandungan, tetapi tidak membawa kecelakaan yang membawa maut, maka pastilah ia didenda sebanyak yang dikenakan oleh suami perempuan itu kepadanya, dan ia harus membayarnya menurut putusan hakim.
Tetapi jika perempuan itu mendapat kecelakaan membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak


Darah yang Sang Janin menjerit kepada ALLAH, menuntut keadilan dan menuntut balas yang mendatangkan kutuk. siapakah yang bertanggung jawab atas kutuk yang dilepaskan ? kita perlu pendamai agung, kita perlu Imam yang mendamaikan bumi dengan Surga. Gereja yang memiliki Otoritas didalam dunia perlu segera berinisiatif.

Manusia diberikan hak hidup bebas, maka sebaiknya kita menggunakan kebebasan untuk menjalani hidup bermartabat, dimuliakan sesama dan memuliakan Tuhan. Menjauh dari dosa dan mempertahankan kebenaran. Jangan membunuh sekalipun Janin dalam kandungan. 


Pro Life – Pro Choice


Antonius Natan
Fasilitator My Home Indonesia
Dosen STT LETS – Lighthouse Equipping Theological School

Iklan Patriot Garuda Nusantara
Doa Kesatuan by Lumbung Yusuf

Comment

Add a Comment

Tidak Ada Tempat di Tanah Air Indonesia Bagi Terrorisme
Generic placeholder image

Rangkaian ibadah menjelang paskah adalah moment khusus bagi umat Kristiani. Minggu Palma adalah bagian dari ibadah yang jalani dengan khusyuk. Berbagai persiapan yang dilakukan oleh pengurus gereja, selain…